Kisah Mudik Fitri, Purwakarta-Garut Motoran Sambil Gendong Anak

Kisah Mudik Fitri, Purwakarta-Garut Motoran Sambil Gendong Anak

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 19 Mar 2026 07:30 WIB
Pemudik bermotor lintasi jalur Cileunyi
Pemudik bermotor lintasi jalur Cileunyi (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Lelah dan lesu jelas tergambar di wajah Safitri (26). Perempuan asal Garut ini tengah menjalani pengalaman mudik yang tak biasa, untuk pertama kalinya, ia membawa anak balitanya pulang kampung dengan sepeda motor.

Fitri, begitu ia biasa disapa, berangkat bersama sang suami Sansan (28) dan anak mereka, Maula, dari Purwakarta, Rabu (18/3/2026). Mereka memulai perjalanan selepas sahur, menempuh jarak ratusan kilometer dengan sepeda motor matic.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun perjalanan itu tidak mudah. Setibanya di kawasan Cileunyi sekitar pukul 09.30 WIB, Fitri sudah dua kali meminta berhenti karena kelelahan.

"Pertama di Padalarang, terus di sini. Duh ternyata mudik sambil gendong anak, menguras tenaga sekali," kata Fitri.

ADVERTISEMENT

"Udah dua kali berhenti, anak rewel, gak nyaman kali ya," tambahnya.

Ia mengaku, ini adalah pengalaman pertamanya mudik menggunakan sepeda motor sambil membawa anak kecil. Sebelumnya, ia tinggal di Garut, sementara sang suami bekerja di Purwakarta.

"Pas lahir kan ini di Garut, terus pindah ke Purwakarta ikut ayahnya, nah sekarang kita mudik pakai motor, kalau sebelumnya saya di Garut, suami kerja di Purwakarta di pabrik," ungkapnya.

Perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya, bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal fisik dan kesabaran yang benar-benar diuji.

"Luar biasa sekali, selain menguras tenaga, menguras kesabaran juga," ujarnya.

Tak hanya Fitri, banyak pemudik lain yang memilih menepi di kawasan ini untuk beristirahat. Salah satunya Deden (32), pemudik asal Majalengka yang berangkat dari Bogor.

"Saya dari Bogor. Tadi sahur di jalan pokonya, mudik ke Majalengka," ujar Deden.

Ia mengaku sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor saat mudik. Meski demikian, ia tetap memilih sering berhenti demi menjaga kondisi tubuh.

"Sudah biasa. Memang gini banyak berhentinya, daripada capek, mending istirahat dulu, biar aman," katanya.

Jika Lelah Istirahat

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan menegaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini mengusung semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".

"Semua masyarakat Jawa Barat yang melaksanakan mudik dan masyarakat dari daerah lain yang melintas semuanya harus aman. Aman di jalan raya, aman di tempat wisata, aman di tempat ibadah, aman di tempat-tempat lainnya, juga aman dari segala macam bencana. Karena aman makanya keluarga bahagia," ujarnya.

Dirlantas Polda Jawa Barat Raydian Kokrosono juga mengingatkan para pemudik untuk tidak memaksakan diri saat lelah atau mengantuk.

Pemudik bermotor lintasi jalur CileunyiPemudik bermotor lintasi jalur Cileunyi Foto: Wisma Putra/detikJabar

"Kepada para pemudik yang melintas di Jawa Barat, apabila Anda mulai merasa mengantuk saat mengemudi, jangan dipaksakan," katanya.

"Segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat atau pos pelayanan, pos pengamanan dan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang telah kami siapkan dari Polda Jabar," tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak berhenti sembarangan, terutama di bahu jalan, karena berisiko menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan.

"Kami juga mengingatkan jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bahu jalan bukan tempat istirahat," tegasnya.

Selain itu, pemudik diminta untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan.

"Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Istirahat sejenak agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Mudik aman, keluarga bahagia," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads