Walkot Farhan Bakal Pelototi Pusat Keramain di Bandung Jelang Lebaran

Walkot Farhan Bakal Pelototi Pusat Keramain di Bandung Jelang Lebaran

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 19 Mar 2026 22:10 WIB
Walkot Bandung M Farhan
Walkot Bandung M Farhan. Foto: Istimewa
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana untuk memantau pusat keramaian di wilayahnya jelang Hari Raya Idulfitri, Sabtu (21/3/2026). Ia ingin memastikan aktivitas para pedagang, terutama PKL, harus selesai pada pukul 22.00 WIB.

"Dari siang kita sudah melakukan pemantauan. Jadi dari siang, sudah akan kita pantau, setelah Jumatan langsung ke kebun binatang memastikan semuanya kondusif, kemudian ke titik-titik rawan, tempat orang berkumpul dan belanja hari terakhir sebelum lebaran," katanya di Kecamatan Lengkong, Kamis (19/3/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan ini diberlakukan karena Farhan berencana untuk membersihkan sejumlah titik di Kota Bandung yang biasanya ramai dengan aktivitas perbelanjaan. Rencananya, tepat pada pukul 00.00 WIB, sejumlah petugas akan dikerahkan untuk membersihkan area tersebut.

"Sekalian juga di titik-titik PKL, malamnya jam 10 harus sudah selesai, tidak boleh ada apa-apa lagi. Jam 12 malam kita akan melakukan pembersihan bersama Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup, jadi bersih semuanya," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Di momen itu, Farhan juga berencana memantau lokasi yang biasanya digunakan untuk tempat parkir kendaraan. Jika ditemukan ada praktik parkir liar, dia tak segan untuk menindak temuan tersebut langsung di lapangan.

"Sudah pasti, parkir banyak dikeluhkan karena tempatnya terbatas. Tetapi saya akan memastikan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan tidak boleh ada parkir liar. Begitu ada parkir liar, langsung kita tindak," tegasnya.

Kemudian, Farhan turut menyoroti masalah sampah yang diprediksi bakal meningkat menjelang Lebaran. Satu hal yang ingin dia tegaskan, Pemkot Bandung bakal menutup seluruh TPS pada 21-23 Maret 2026.

"Pemantauan yang paling krusial sebetulnya adalah pemantauan TPS. Pada malam takbiran, semua TPS akan kita kosongkan. Sebagian diolah di tempat pengolahan menggunakan berbagai macam teknologi, sebagian lagi akan dibawa ke TPA Sarimukti karena buka sampai jam 12 malam," tuturnya.

"Karena begini, ketika semua TPS dibersihkan dan diangkut ke sana (TPA Sarimukti), maka tanggal 1 dan 2 Syawal kita tidak akan kirim sampah. Jadi tanggal 21 dan 22 kita tidak kirim sampah, sehingga kuota tersebut bisa digeser ke tanggal 25 dan 26," imbuhnya.

Pantau Potensi Kemunculan Geng Motor

Selain itu, Farhan juga berencana memantau potensi kemunculan geng motor di jalanan. Ia tidak menginginkan tragedi di Jalan Cihampelas terulang, terutama di momen libur lebaran yang diprediksi akan turut menimbulkan tingkat kerawanan kejahatan.

"Karena masa-masa libur Lebaran ini merupakan masa rawan, banyak rumah ditinggalkan kosong, jangan sampai terjadi peluang kriminalitas. Pada saat bersamaan, ada tren bahwa begitu masuk libur sekolah, anak-anak nongkrong pakai motor dan kegerungan, jadi lebih aktif," katanya.

"Makanya kita akan cegah dari sejak di lingkungan warga, khususnya dalam tugas pemberantasan geng motor, bisa lebih cepat tanggap karena sudah ada pencegahan dan deteksi dini dari sejak kewilayahan. Nah, yang mengkhawatirkan itu justru beberapa wilayah dengan aktivitas geng motor yang sangat mengganggu, sampai terjadi tawuran, bahkan ada korban luka-luka. Ini sedang kita tangani bersama-sama, jangan sampai tragedi Cihampelas terulang lagi," pungkasnya.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads