Libur hari raya Idulfitri masih menyisakan duka untuk keluarga besar Iyep Yudiana (47), Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Bogor, Jawa Barat. Pria bertubuh gempal ini harus meregang nyawa usai menyelamatkan anak kecil yang nyaris tenggelam di Pantai Padabumi, Pamoyanan, Cimanuk, Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Iyep tewas setelah kehabisan napas di saat anak kecil yang ia selamatkan berhasil dibawa tim SAR ke darat. Korban yang selamat bernama Panji Raspati (7), pelajar asal Cianjur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ini berawal saat Panji bersama keluarganya berenang di Pantai Padabumi. Panji sempat diperingatkan kakaknya untuk tidak berenang menjauh dari bibir pantai. Namun, Panji tidak mengindahkan hingga terseret arus.
Di saat bersamaan, korban Iyep langsung terjun menyelamatkan korban. Sementara ayah kandung Panji meminta pertolongan di darat.
"Jadi korban ini bergegas yah dia pas lihat ada anak tenggelam. Dia langsung lari masuk air, anak itu diselamatkan sama korban. Nah tim SAR juga turun. Akhirnya sang anak dibawa ke pinggir namun Iyep sempat tenggelam sebelum akhirnya ditemukan tim SAR. Diberikan pertolongan medis tapi nyawanya tidak tergolong," kata Kasatpol Air, Iptu Agus Kasdili kepada detikJabar, Rabu (23/3).
Kondisi Panji sudah mulai pulih usai menjalani perawatan medis di RSUD KHZ Musthafa. "Iyep dimakamkan dan kondisi Panji sudah sadar di RSUD KHZ Musthafa," ungkapnya.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Iyep yang berwisata di Pantai Padabumi, wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Cecep menyebut bahwa Iyep merupakan teman masa kecilnya di Pancatengah. Bahkan, Iyep sempat satu sekolah dengannya.
"Saya berbela sungkawa atas wafatnya Iyep. Dia adik kelas saya waktu SD. teman baik di Kampung. Tetapi memang Iyep dapat kerja di Bogor jadi perawat, kemarin lalu itu dia wisata sama keluarganya, sekalian mudik ke Kampung," kata Cecep Nurul Yakin.
Cecep mengaku sempat takziah ke rumah orang tua korban. Bahkan, dia menyambut kedatangan jenazah yang mengangkut Iyep.
"Saya sambut jenazahnya. Karena kebetulan saya lagi pulang ke kampung orang tua. Saya dapat kabar langsung takziah," ujar Cecep.
Cecep mengimbau agar wisatawan tidak berenang di lokasi yang dilarang untuk berenang. Apalagi, Pantai Selatan Tasikmalaya dikenal kurang bersahabat untuk aktivitas renang. Selain gelombang, pantai juga agak curam dan berbatu karang.
Pengawasan orang tua sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kecelakaan laut.
"Pantai selatan Tasik itu kan kurang bersahabat untuk renang. Main pasir dan nikmati alam atau botram boleh. Kalau buat renang harus dalam Pengawasan dan dalam titik titik tertentu yang sudah ditentukan," kata Cecep.
(orb/orb)
