Penantian warga terkait perbaikan jembatan gantung yang miring atau 'melintir' di Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terjawab.
Per hari ini, Senin (20/4/2026), pengerjaan fisik jembatan penghubung aktivitas vital tersebut resmi dimulai.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan kerja sama kolaboratif antara Disperkim, Polres Sukabumi, pemerintah desa, hingga unsur masyarakat setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan jembatan di Kampung Kamandoran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak mulai dilaksanakan oleh Disperkim bersama jajaran Polres Sukabumi, pemerintah desa, dan masyarakat setempat," ujar Sendi kepada detikJabar, Senin (20/4/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas alat berat dan warga yang bergotong-royong. Sendi menjelaskan bahwa tahap awal pengerjaan difokuskan pada pembersihan lokasi dan penyiapan struktur bawah jembatan.
"Pekerjaan diawali dari pengangkutan material, pembongkaran jembatan lama, hingga pembuatan pondasi," jelasnya.
Perbaikan jembatan 'melintir' di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar |
Jembatan ini merupakan akses krusial yang menghubungkan Kampung Karang Hilir RW 08 dengan Kampung Kamandoran.
Selama ini, warga, anak sekolah, hingga pedagang harus bertaruh nyawa melintasi jembatan yang miring dan hanya disangga bambu.
Sendi menargetkan pengerjaan jembatan ini tidak akan memakan waktu lama agar aktivitas ekonomi dan pendidikan warga bisa kembali normal secepatnya.
"Diharapkan pembangunan berjalan lancar sehingga segera dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Direncanakan penyelesaian selama 3 bulan maksimal," tegas Sendi.
Mengenai mekanisme pembiayaan dan pengerjaan, Sendi menyebut adanya skema bantuan khusus serta pelibatan aktif aparat kepolisian untuk mempercepat proses di lapangan.
"Teknisnya melalui bantuan keuangan khusus ke desa dan dikerjakan bersama masyarakat serta dibantu oleh anggota Polres Sukabumi," pungkasnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, potret miris anak sekolah yang harus "beradu nyali" di atas jembatan beralaskan bambu di Cibadak dipastikan akan segera berakhir.
(sya/yum)

