Pemkot Bandung mulai membongkar sejumlah lapak terbengkalai yang dipakai PKL di kawasan Cicadas Market. Pembongkaran itu pun dilakukan sebagai upaya penataan lingkungan.
Lapak PKL itu dibongkar pada Senin (20/4/2026) kemarin. Pantauan detikJabar di lokasi, Selasa (21/4/2026), pembongkaran tersebut menyasar sejumlah lapak yang berdampak lumayan signikan terhadap ruas Jalan Ahmad Yani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dibongkar, trotoar yang dilengkapi guiding block atau ubin taktil sebagai fasilitas pemandu untuk tunanetra mulai kelihatan dengan jelas. Namun demikian, upaya pembongkaran itu tetap menimbulkan pro dan kontra di kalangan para pedagang.
Herman misalnya. Ia mengaku keberatan jika lapak PKL Cicadas Market harus dibongkar. Semestinya, Pemkot Bandung memberi solusi lain agar pedagang di sana tak kehilangan lapak jualannya.
"Kalau mau mah kan dibenerin aja kalau emang pengen ditata lagi. Jangan dibongkar gini, gimana nanti jualannya," kata dia saat berbincang dengan detikJabar.
Masalahnya, ia mendapat informasi bahwa pembongkaran dilakukan untuk proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Jika informasi itu benar, ia makin khawatir lapaknya nanti akan ikut terkena penggusuran.
"Kan isunya buat dibangun BRT, otomatis atuh pasti ke yang lain juga bakal dibongkar. Yang jadi korban kan kita lagi aja, pedagang di sini," ucapnya.
Sekedar diketahui, penataan PKL Cicadas Market dilakukan pada 2019 silam. Saat itu, 602 pedagang difasilitasi dengan 542 tempat berjualan di sepanjang 650 meter Jalan Ahmad Yani yang merupakan CSR dari Telkomsel.
Saat itu, ada 179 kios tipe 1 dan 173 kios tipe 2 dibagikan cuma-cuma kepada para pedagang supaya berjualan lebih rapi dan nyaman. Kios tipe 1 memiliki atap dan kompartemen di bawahnya, sedangkan kios tipe dua berupa meja untuk berjualan.
Pandangan serupa disampaikan Yul, salah seorang PKL di Cicadas Market. Meski dilanda kekhawatiran, ia mengaku tak keberatan jika nantinya harus direlokasi ke tempat lain.
Namun ia meminta, tempat relokasi itu harus sepadan dengan lokasi yang sekarang. Sebab saat ini menurutnya, para PKL di Cicadas Market hanya bisa bertahan setiap harinya dari gempuran sepinya pembeli dan maraknya fenomena belanja online.
"Kita mah patuh-patuh aja, cuma sepadan enggak tempat relokasinya. Karena jujur, sekarang PKL itu cuma bisa bertahan jualan. Udah susah kondisinya, jangan ditambah lagi," harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons soal pembongkaran sejumlah lapak PKL di Cicadas Market. Ia memastikan, upaya tersebut sudah disepakati dengan para pengelola PKL di wilayah tersebht.
"Saya bersyukur bahwa sudah ada kesepakatan dengan para pengelola PKL di Cicadas. Perlahan kita akan melakukan perbaikan, bentuk perbaikan dan pemberdayaannya kita lihat nanti. Karena bagaimanapun juga saatnya PKL melihat bahwa ekonomi digital sebagai salah satu solusi," pungkasnya.
(ral/sud)
