Kabupaten Bandung Kejar PSEL untuk Atasi Masalah Sampah

Kabupaten Bandung Kejar PSEL untuk Atasi Masalah Sampah

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 22 Apr 2026 21:12 WIB
Kondisi TPST Cicukang Oxbow
Kondisi TPST Cicukang Oxbow (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Bupati Bandung Dadang Supriatna terus mendorong percepatan penanganan sampah dengan mengusulkan pengembangan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPST Cicukang Oxbow, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak.

Sebelumnya, Dadang telah terlibat dalam penandatanganan nota kesepahaman pengembangan teknologi PSEL bersama pemerintah pusat. Dalam skema tersebut, sekitar 1.000 ton sampah per hari direncanakan akan diolah melalui teknologi PSEL di TPPAS Sarimukti, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Abdul Wahid Fauzy, mengungkapkan bahwa Bupati Bandung juga mengusulkan lokasi alternatif untuk pengembangan PSEL di kawasan Bandung Raya, yakni eks TPA Jelekong dan TPST Cicukang Oxbow.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Bupati lebih dahulu berdiskusi dengan Pak Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Ruli Hadiana). Selanjutnya, Pak Bupati berdiskusi dengan Pak Menteri (Hanif Faisol Nurofiq) dan mengusulkan dua lokasi untuk pengembangan PSEL, eks TPA Jelekong, dan TPST Cicukang Oxbow," ujar Wahid saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Wahid, dibandingkan eks TPA Jelekong, TPST Cicukang Oxbow dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan. Selain faktor kedekatan dengan sumber air Sungai Citarum, lokasi tersebut juga dinilai lebih minim hambatan sosial.

"Selain faktor jarak dengan keberadaan sumber air, eks TPA Jelekong lebih sulit untuk pengembangan pengolahan sampah, mengingat masih terdapat penolakan warga setempat," katanya.

Saat ini, luas lahan TPST Cicukang Oxbow sekitar satu hektare. Sementara itu, pengembangan fasilitas PSEL membutuhkan lahan minimal lima hektare. Meski demikian, peluang pengembangan di lokasi tersebut masih terbuka.

"Iya peluang PSEL di TPST Oxbow Cicukang masih sangat terbuka, tinggal menyiapkan lahan untuk memenuhi kebutuhan minimal. Draf awal perihal itu sudah dibahas, dan sudah disampaikan ke Pak Menteri Lingkungan Hidup," jelasnya.

Pengelolaan TPST Cicukang Oxbow sendiri berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung melalui program hibah Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities (ISWMP) dari Bank Dunia. Saat ini, operasional fasilitas tersebut masih dalam tahap pendampingan program ISWMP.

"Setelah itu (pendampingan ISWMP), kenapa tidak dilakakukan pengembangan teknologi di TSPT Cicukang Oxbow menjadi PSEL. Sementara ini, kami fokus dahulu menindaklanjuti penandatangan nota kesepahaman perihal PSEL di TPPAS Sarimukti," kata Wahid.

Dadang pun menyampaikan optimismenya terhadap pengembangan teknologi ini. Ia berharap PSEL dapat menjadi solusi ramah lingkungan yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

"Alhamdulillah, kami telah menandatangani MoU PSEL di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti untuk menuju zero waste. Rencananya PSEL Sarimukti ini ditargetkan selesai pembangunannya dalam tiga tahun ke depan. Semoga dilancarkan, aamiin," ucap Bupati Dadang Supriatna seusai penandatanganan.

Di sisi lain, persoalan sampah di Kabupaten Bandung masih tergolong serius. Produksi sampah saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari, meningkat signifikan dari sekitar 1.300 ton per hari pada 2020. Namun, kapasitas pengolahan yang ada baru mampu menangani sekitar 500 ton per hari, sehingga menyisakan sekitar 1.300 ton yang belum tertangani.

"Saya hari ini sedang berpikir tentang sampah di Kabupaten Bandung ternyata perharinya memproduksi 1.800 ton per hari," ujar Dadang saat ditemui detikJabar di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan, peningkatan volume sampah ini harus segera direspons melalui langkah inovatif dan kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan kementerian terkait.

"Nah karena ini meningkatnya produksi sampah, maka kita kemarin rapat dengan kementerian LH, TPA Sarimukti penyelesaian untuk PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik)," jelasnya.

"Tapi tadi malam ada telepon dari pak Menteri (LH) ternyata lebih condong dan setuju di Oxbow Cicukang, Margaasih yang memang lokasi dan kondisi yang sudah ada sudah berjalan," tambahnya.

Menurut Dadang, salah satu keunggulan lokasi Cicukang Oxbow adalah kedekatannya dengan Sungai Citarum yang mampu memenuhi kebutuhan air untuk operasional PSEL, yang diperkirakan mencapai minimal 1.000 meter kubik per hari.

"Prinsipnya, kalau dilaksanakan itu dekat sungai Citarum, artinya airnya mumpuni dibandingkan dengan Sarimukti yang jauh hampir 25 kilo kondisi dari Cirata ke lokasi Sarimukti. Ini kan terkendala juga. Karena apa? Karena PSEL tidak terlepas dari kebutuhan air minimal 1.000 kubik perhari. Nah ini yang pertama," ucapnya.

Sambil menunggu realisasi proyek PSEL yang diperkirakan membutuhkan waktu beberapa tahun, Pemerintah Kabupaten Bandung juga mendorong penanganan sampah dari tingkat bawah. Aparat kewilayahan diminta aktif melakukan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

"Sehingga kabupaten bandung menjadi zero waste. Sebelum PSEL selesai kan menunggu waktu. Bukan besok selesai, kan menunggu waktu dua atau tiga tahun lagi.Tapi kan persoalan hari ini harus diselesaikan," kata Dadang.

Sebagai bentuk dorongan, Pemkab Bandung juga menyiapkan insentif bagi camat dan kepala desa yang mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.

"Nah, ini sengaja kita sampaikan seperti itu, karena ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden dalam rakor secara nasional. Korve korve harus Selasa Jumat untuk wajib menyelesaikan sampah, wajib membersihkan sampah dan jangan sampai membuang sampah ke sungai," tegasnya.

Instruksi tersebut akan diperkuat melalui surat edaran resmi Bupati Bandung agar dapat dijalankan secara menyeluruh. Dadang menegaskan, selain pembangunan teknologi, solusi jangka pendek juga harus terus dilakukan agar persoalan sampah tidak semakin membesar.

"Nah, instruksi ini akan kita lanjutkan melalui surat resmi dari saya, sehingga semuanya bisa dilaksanakan. Tentu persoalan tempat akhir ini juga perlu kita perhitungkan, maka saya dengan kementerian LH besok akan diskusi bagaimana menyelesaikan sebelum PSEL ini selesai," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads