May Day 2026, Polisi Ajak Buruh Karawang Tak Terhasut Konten Provokatif

May Day 2026, Polisi Ajak Buruh Karawang Tak Terhasut Konten Provokatif

Irvan Maulana - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 00:30 WIB
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah saat memimpin apel di Mapolres Karawang
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah saat memimpin apel di Mapolres Karawang (Foto: Istimewa)
Karawang -

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026, Polres Karawang mulai memasang kuda-kuda. Antisipasi aksi anarkis hingga hasutan provokatif di media sosial (medsos) jadi pencegahan.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menginstruksikan tim patroli siber untuk memantau ketat setiap aktivitas di jagat maya.

Langkah gerilya digital ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menyisir unggahan bernada provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Karawang saat aksi unjuk rasa berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga berencana akan menyisir setiap unggahan khususnya di Karawang yang sekiranya berpotensi mengandung unsur provokatif dalam aksi unjuk rasa, akan kita lakukan tindakan," ujar Fiki usai memimpin apel di Mapolres Karawang, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya memantau masyarakat, Fiki juga memberikan atensi khusus kepada internal kepolisian. Ia menuntut seluruh personelnya untuk menjaga etika dan lebih bijak saat berselancar di media sosial, demi menjaga marwah institusi.

"Menghadapi pengamanan keberangkatan massa buruh dari wilayah Karawang menuju Jakarta. Saya minta seluruh anggota untuk memahami tugas dan tanggung jawab, dan selalu bijak menggunakan media sosial," kata dia.

Guna memastikan instruksi tersebut berjalan tegak lurus, fungsi Propam diperintahkan untuk memperketat pengawasan disiplin. Pengawasan ini menyasar sikap dan perilaku personel, baik di lapangan maupun dalam aktivitas digital mereka sehari-hari.

"Sejalan dengan arahan pak Kapolri agar setiap anggota tetap profesional dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan institusi, khususnya dalam unggahan di media sosial, saya juga minta propam untuk fokus dalam penegakan disiplin terkait hal ini," tegasnya.

Selain pengawasan internal, Fiki juga meminta massa aksi untuk tetap berkepala dingin dan tidak terjebak dalam pusaran konten yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

"Fungsi pengawasan internal terkait penggunaan medsos ini akan kami optimalkan, setiap pelanggaran disiplin akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku, kami juga minta agar massa aksi agar tidak menyebarkan konten yang memicu provokasi," imbuh Fiki.

Terkait teknis pengamanan May Day 2026, sekitar 5.000 buruh diprediksi akan bertolak dari Karawang menuju Jakarta. Fiki berharap seluruh rangkaian penyampaian aspirasi ini berjalan kondusif tanpa terhasut narasi negatif di media sosial.

"Kami harap pengamanan May Day kali ini berjalan lancar, jumlah buruh dari Karawang diperkirakan 5.000 orang yang akan melaksanakan aksi terpusat di Jakarta, saat ini 2.500 orang sudah tervalidasi akan berangkat, semoga unjuk rasa kondusif sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan kepada masyarakat, dan para buruh jangan sampai terpancing narasi provokatif dari media sosial," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads