Nasib Ratusan Santri Ponpes di Pati Usai Pendiri Ditangkap Polisi

Kabar Regional

Nasib Ratusan Santri Ponpes di Pati Usai Pendiri Ditangkap Polisi

Tim detikJateng - detikJabar
Kamis, 07 Mei 2026 13:50 WIB
Ponpes lokasi puluhan santriwati diperkosa didemo warga, Sabtu (2/5/2026).
Ponpes lokasi puluhan santriwati diperkosa didemo warga, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Polisi telah menangkap pendiri pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah berinisial AS. Ia ditangkap atas dugaan pemerkosaan puluhan santriwati dengan mengaku-ngaku sebagai wali umat.

Saat AS ditetapkan sebagai tersangka, ponpes yang didirikannya ditutup. Sementara para santri maupun santriwati telah dipindahkan ke tempat yang aman.

Untuk diketahui ponpes yang terletak di Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati itu memiliki 252 santri, dengan rincian 112 santriwati dan sisanya santri. Adapun jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, dan MA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, memastikan siswa MI kelas 6 akan menjalani ujian sekolah. Para santri ini bakal mengikuti ujian dengan pendampingan guru dan Kemenag Pati.

"Untuk teman-teman siswa masih kelas 6 MI karena besok Senin itu mulai ujian sampai 12 Mei 2025 anak kelas 6 tetap di situ dengan didampingi oleh gurunya," kata Syaiku kepada wartawan ditemui di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (3/5/2026).

ADVERTISEMENT

Syaiku mengatakan untuk kelas 1 sampai kelas 5, serta SMP sampai MA diberikan pilihan pembelajaran dari atau pindah ke sekolah lain. Syaiku juga telah berkoordinasi dengan sekolah lain di Pati agar menerima para siswa ini.

"Kemudian untuk kelas 1 sampai kelas 5, kemudian Aliyah kelas 1 dan lain-lain itu diberikan opsi dua, pertama pembelajaran daring, atau kedua bisa pindah madrasah yang lain. Memang ponpes ada 48 anak yatim piatu, kami sudah komunikasi ke yayasan di Pati dan Kajen semua agar menerima," terang dia.

"Untuk siswa tidak yatim piatu kalau memang pilihan pindah akan kami pindahkan. Insyaallah akan kami fasilitasi. Insyaallah tugas kami mengamankan anak-anak dalam hal pendidikan," Syaiku melanjutkan.

Dia menambahkan sebagian santriwati dan santri juga telah dibawa masing-masing keluarga. Hany untuk jumlah detailnya masih menunggu pendataan yang ada di lokasi.

"Sejak kemarin sebagian santri-santri yang telah dibawa keluarganya kemudian hari ini kami minta yayasan rapat dengan orang tua, apakah anak-anak mau dipindahkan atau pembelajaran serta daring untuk keputusan kami belum dapat informasi," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka pelaku pemerkosaan terhadap santriwati yang berinisial AS. Akan tetapi AS belum ditahan. Dalam perkara ini diduga ada puluhan santriwati yang menjadi korban perilaku bejat oknum pengasuh ponpes di Pati.

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads