Ponpes di Pati Ditutup Buntut Kasus Pemerkosaan, Begini Nasib Para Santri

Ponpes di Pati Ditutup Buntut Kasus Pemerkosaan, Begini Nasib Para Santri

Dian Utoro Aji - detikJateng
Minggu, 03 Mei 2026 16:29 WIB
Situasi di ponpes wilayah Kecamatan Tlogowungu yang tempat kejadian pemerkosaan puluhan santriwati oleh oknum pengasuh ponpes, Sabtu (2/5/2026).
Spanduk Protes di Ponpes Pati. (Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng)
Pati -

Pengasuh pondok pesantren di Pati, berinisial AS, ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan puluhan santriwati. Saat ini ponpes itu resmi ditutup dan para santri maupun santriwati dipindahkan ke tempat aman.

Untuk diketahui ponpes yang terletak di Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati itu memiliki 252 santri, dengan rincian 112 santriwati dan sisanya santri. Adapun jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, dan MA.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengatakan siswa MI kelas 6 akan menjalani ujian sekolah. Para santri ini bakal mengikuti ujian dengan pendampingan guru dan Kemenag Pati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk teman-teman siswa masih kelas 6 MI karena besok Senin itu mulai ujian sampai 12 Mei 2025 anak kelas 6 tetap di situ dengan didampingi oleh gurunya," kata Syaiku kepada wartawan ditemui di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (3/5/2026).

ADVERTISEMENT

Syaiku mengatakan untuk kelas 1 sampai kelas 5, serta SMP sampai MA diberikan pilihan pembelajaran dari atau pindah ke sekolah lain. Syaiku juga telah berkoordinasi dengan sekolah lain di Pati agar menerima para siswa ini.

"Kemudian untuk kelas 1 sampai kelas 5, kemudian Aliyah kelas 1 dan lain-lain itu diberikan opsi dua, pertama pembelajaran daring, atau kedua bisa pindah madrasah yang lain. Memang ponpes ada 48 anak yatim piatu, kami sudah komunikasi ke yayasan di Pati dan Kajen semua agar menerima," terang dia.

"Untuk siswa tidak yatim piatu kalau memang pilihan pindah akan kami pindahkan. Insyaallah akan kami fasilitasi. Insyaallah tugas kami mengamankan anak-anak dalam hal pendidikan," Syaiku melanjutkan.

Dia menambahkan sebagian santriwati dan santri juga telah dibawa masing-masing keluarga. Hany untuk jumlah detailnya masih menunggu pendataan yang ada di lokasi.

"Sejak kemarin sebagian santri-santri yang telah dibawa keluarganya kemudian hari ini kami minta yayasan rapat dengan orang tua, apakah anak-anak mau dipindahkan atau pembelajaran serta daring untuk keputusan kami belum dapat informasi," terang dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka pelaku pemerkosaan terhadap santriwati yang berinisial AS. Akan tetapi AS belum ditahan. Dalam perkara ini diduga ada puluhan santriwati yang menjadi korban perilaku bejat oknum pengasuh ponpes di Pati.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads