Deru knalpot "wededed" berpadu dengan asap flare yang membubung ke udara, mewarnai jalanan Tamansari dalam perayaan kemenangan skuad Pangeran Biru, Persib Bandung yang resmi menjadi juara Super League usai imbang melawan Persijap pada Sabtu (23/5/2026).
Bagi segelintir orang, kemacetan dan hingar-bingar konvoi juara Persib mungkin terasa melelahkan, bahkan dihindari karena dianggap mengganggu ketenangan ruang publik.
Namun, di balik euforia Bobotoh yang tumpah ruah tersebut, denyut nadi ekonomi kerakyatan justru berdetak kencang. Tradisi ini bukan sekadar pesta olahraga, melainkan ladang rezeki yang amat dinanti oleh para pelaku usaha mikro, tak terkecuali pedagang kaki lima yang senantiasa berjaga menjajakan makanan ringan di pinggir jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dirasakan langsung oleh seorang pria bernama Mang Kendro, penjual cilok di Jalan Tamansari. Sehari-harinya, Mang Kendro menggantungkan hidup dengan berjualan rutin di lokasi yang sama.
Ketika ditanya mengenai dampak hadirnya konvoi yang kerap diwarnai kebisingan, Mang Kendro justru memberikan respons yang sangat optimistis.
"Beda banget, Neng. Ngaruh lah, ngaruhnya positif gitu ke pendapatan saya," ungkap Mang Kendro secara lugas.
Tingginya volume massa yang turun ke jalan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pembeli yang mampir, membuat suasana berjualan menjadi jauh lebih ramai dibandingkan waktu-waktu biasa.
Di tengah lautan manusia, dagangannya laris manis diburu suporter yang butuh mengisi tenaga usai bersorak-sorai. Bahkan, Mang Kendro menegaskan bahwa meskipun konvoi ini memicu beragam reaksi di masyarakat, bagi dirinya momen tersebut membawa dampak ekonomi yang luar biasa positif.
"Wah konvoi Persib buat saya mah gimana ya, udah mendarah daging, saya mah udah tiap tahun, ikut ngerayain disini" tegasnya saat mendeskripsikan arti konvoi Persib bagi dirinya.
"Kan saya di sini jualan tiap hari. Jadi 3 tahun turut-turut menyaksikan Persib juara di sini," kenang Mang Kendro.
Bukan hanya sekadar meraup keuntungan yang berlipat, pria ini rupanya turut larut dalam sukacita selebrasi warga. Mang Kendro mengaku tidak hanya berdiam diri menjajakan dagangan, tetapi juga ikut meramaikan suasana kemenangan di jalanan. "Iya. Sambil merayakan atuh, ini saya pakai bendera sama jersey Persib," ujarnya antusias.
Di balik omzet yang meningkat, terselip kebahagiaan mendalam dari pedagang kecil ini. Mang Kendro pun mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian klub kebanggaan kota tersebut dengan satu pesan pelan namun tulus. "Eee, terima kasih lah buat pemain, udah hattrick juara 3 tahun berturut-turut, saya sangat bangga pokoknya mah," pungkasnya.
(iqk/iqk)
