Sederet Fakta Aksi Arogan Oknum Bobotoh di Perayaan Persib

Sederet Fakta Aksi Arogan Oknum Bobotoh di Perayaan Persib

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 29 Mei 2026 07:30 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/BeritaKlik).
Bandung -

Cukup disayangkan! Kata itulah yang mungkin terngiang di benak Bobotoh Persib. Di saat euforia perayaan Persib Bandung yang sukses meraih gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video seorang pria beratribut Persib Bandung yang diduga oknum Bobotoh melakukan pemukulan terhadap sesama Bobotoh saat konvoi kemenangan berlangsung di Kota Bandung.

Akibat kejadian ini, Viking Persib Club pun memberikan sikap!

Berikut fakta-fakta dalam kejadian ini:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Terjadi saat Konvoi

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Jalan Merdeka, tepatnya di depan pusat perbelanjaan BIP. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak seorang pria bertubuh tinggi mengenakan jersey Persib bernomor punggung 7 meluapkan emosinya kepada seorang pengendara motor RX King.

ADVERTISEMENT

Pria tersebut terlihat marah-marah sambil menghampiri pengendara motor yang juga tengah ikut dalam iring-iringan konvoi kemenangan Persib. Sementara pengendara motor hanya tampak tersenyum dan tidak memberikan respons balik terhadap amarah yang diarahkan kepadanya.

2. Korban Dipukul 2 Kali

Situasi kemudian memanas ketika pria beratribut Persib itu diduga melakukan pemukulan sebanyak dua kali terhadap pengendara motor tersebut. Meski menerima bogem mentah, korban tetap tidak melakukan perlawanan.

Dari narasi yang beredar di media sosial, pria yang melakukan pemukulan diduga berada dalam kondisi mabuk berat. Tak lama setelah insiden itu terjadi, sejumlah Bobotoh lain bersama teman-teman pelaku langsung turun tangan mengamankan pria tersebut agar situasi tidak semakin ricuh.

Video pemukulan itu pun menuai banyak reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut karena terjadi di tengah momen perayaan kemenangan Persib, terlebih pelaku dan korban sama-sama merupakan pendukung Maung Bandung.

3. Korban dan Pelaku Bertemu

Belakangan diketahui pihak korban dan pelaku telah dipertemukan untuk menjalani mediasi di kantor polisi. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi yang dibuat oleh korban terkait kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah membenarkan belum adanya laporan polisi dari pihak korban.

"Belum bikin laporan," ujar Indah.

4. Viking Beri Sikap!

Insiden itu langsung mendapat respons tegas dari Viking Persib Club. Organisasi suporter terbesar Persib tersebut menyatakan mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oknum anggotanya.

"Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolelir (salah tetap salah / tidak akan membela yang salah)," demikian pernyataan resmi Viking Persib Club.

5. Berasal dari Frontline dan United Colors of Bobotoh

Viking menyebut, hasil penelusuran internal menemukan dugaan pelaku berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh.

"Dari hasil penelusuran, terduga pelaku adalah anggota yang berasal dari distrik Viking Frontline dan distrik United Colors of Bobotoh," tulis pernyataan tersebut.

Meski begitu, Viking menegaskan tindakan brutal itu tidak mencerminkan sikap organisasi maupun mayoritas Bobotoh yang mengikuti pawai juara dengan tertib.

"Sikap dari individu tersebut sama sekali tidak mewakili sikap organisasi secara keseluruhan karena kegiatan pawai dari Viking Persib Club kemarin secara keseluruhan berlangsung tertib, damai dan penuh kegembiraan," lanjutnya.

6. Viking Minta Pelaku Bertanggung Jawab

Sebagai bentuk tindakan tegas, Viking memastikan para pelaku telah dipanggil dan diminta bertanggung jawab langsung kepada korban.

"Sanksi internal untuk pelaku, kami dari Viking Persib Club telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta bertanggung jawab dan menemui keluarga korban secara langsung," katanya.

Tak hanya itu, Viking juga resmi mencabut status keanggotaan para pelaku karena dianggap melakukan pelanggaran berat organisasi.

"Terkait hal tersebut, pada hari ini (Kamis, 28 Mei 2026) para pelaku dicabut kartu keanggotaannya karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi," tulis Viking.

7. Serahkan Kasus ke Polisi

Viking juga menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap pelaku dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.

"Terkait proses hukum yang sedang berlangsung, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tidak akan melakukan intervensi maupun pendampingan hukum," tegasnya.

Viking pun mengingatkan seluruh Bobotoh agar tidak membiarkan euforia juara berubah menjadi tindakan anarkistis yang justru merusak nama besar Persib dan kultur suporternya sendiri.

"Menghimbau kepada seluruh Bobotoh untuk tetap menjaga kondusivitas dan silaturahmi antar Bobotoh untuk mencegah meluasnya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," tegasnya.

8. Diselesaikan Internal

Sementara itu anggota Viking Persib Club, Ferdy Rizky Adilya menambahkan, persoalan tersebut sudah diselesaikan secara internal dengan pendekatan kekeluargaan tanpa mengabaikan proses pertanggungjawaban pelaku.

"Secara khusus sudah disampaikan oleh Ketua Umum Kang Tobias Ginanjar yang disampaikan juga dalam akun medsos VPC, permasalahan tersebut sudah diselesaikan di internal dengan baik dan mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Ferdy saat dikonfirmasi.

Meski begitu, Ferdy tetap mengimbau seluruh Bobotoh tidak mudah terprovokasi dan menjaga suasana kondusif selepas Persib mencatat sejarah besar dengan meraih hattrick juara liga.

"Kami menghimbau untuk seluruh Bobotoh jangan mudah terprovokasi hingga mengganggu suasana batin kegembiraan disaat Persib sudah berhasil mencatatkan sejarah Hattrick Champion di Era Liga Indonesia saat ini," katanya.

9. Viking Minta Bobotoh Jaga Nama Baik

Menurut Ferdy, kultur Bobotoh saat ini dinilai semakin dewasa dan harus mampu menjaga nama baik Persib, bukan justru merusaknya lewat tindakan anarkistis.

"Kami percaya Bobotoh saat ini sudah lebih dewasa dan dapat menjaga nama baik Persib di Indonesia maupun Dunia," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads