Kabupaten Bandung Ogah Buru-buru Tetapkan Darurat Sampah

Kabupaten Bandung Ogah Buru-buru Tetapkan Darurat Sampah

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 02 Jun 2026 17:11 WIB
Kondisi sampah di TPS Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026).
Kondisi sampah di TPS Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (1/6/2026). (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Sejumlah daerah di Jawa Barat mulai mengajukan status darurat sampah ke pemerintah provinsi. Langkah tersebut diambil seiring timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat terus mengalami peningkatan.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung lebih memilih fokus pada penyelesaian masalah sampah yang ada saat ini. Salah satu upayanya adalah menggalakkan penanganan sampah mulai dari lingkungan rumah tangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Darurat sampah itu sebenarnya bukan darurat lagi ya, memang ini kan sudah hal yang tidak bisa dihindari lagi. Nah, maka Sarimukti bukan solusi, tapi saya lebih menekankan pengen pengolahan sampah itu dari hulu," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna, di Aula Desa Tegalluar, Selasa (2/6/2026).

Dadang menegaskan saat ini Kabupaten Bandung belum menyatakan darurat sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh di setiap lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Nah, maka Kabupaten Bandung saat ini belum menyatakan darurat sampah, tapi lebih menekankan kepada pengelolaan dari hulu," katanya.

Pihaknya pun akan menggencarkan penanganan sampah di setiap wilayah. Gerakan tersebut akan diperkuat melalui sebaran instruksi Bupati Bandung.

"Nanti kita akan fungsikan tiap-tiap desa. Ini kan sudah kita buatkan instruksi. Mudah-mudahan ini salah satu yang bisa mengurangi persoalan yang tentunya residunya lebih sedikit," jelasnya.

Berdasarkan data, produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Namun, saat ini sampah yang baru bisa tertangani baru sebanyak 620 ton per hari.

"Ini masih menyelesaikan sekitar 1.200 ton lagi lah. Kita akan upaya terus. Walaupun misalkan sekarang terbebani urusan sampah, memang kalau kita berbicara darurat, semua sudah darurat, tapi kan kita harus cari solusi yang terbaik," tegasnya.

Ia mengaku saat ini masih membuka peluang pembangunan tempat pengolahan sampah di Kabupaten Bandung. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunan insinerator.

"Kemungkinan kalau misalkan Danantara sekarang di Sarimukti membuat insinerator, maka di Kabupaten Bandung kita akan buat. Kalau misalkan Kementerian LH tidak respons, maka tadi alhamdulillah saya dapat tawaran dari Pak Sekjen Kemendagri akan membuat pengolahan sampah khusus untuk Kabupaten Bandung saja yang minimal kapasitas 600 ton per hari. Nah, ini kan suatu solusi," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads