Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (3/6/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Pria Cianjur hilang 3 tahun ditemukan di Gunung Salak, kemudian soal Demon sang pemalak Dago Bandung yang kini jadi tersangka polisi.
Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Evakuasi Pria yang Hilang Tiga Tahun di Gunung Salak
Sejumlah video yang merekam evakuasi dramatis seorang pria kurus di lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan aplikasi perpesanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik rekaman menegangkan tersebut, terungkap fakta mengejutkan bahwa pria malang itu adalah warga Kabupaten Cianjur yang telah menghilang selama tiga tahun.
Berdasarkan penelusuran detikJabar, peristiwa penemuan ini terjadi pada Senin (25/5/2026) di area jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Pria tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mengecek saluran air di kawasan hutan.
Kondisinya saat ditemukan sangat memprihatinkan dan nyaris tak sadarkan diri. Saking lemas dan lamanya terkapar di tengah bebatuan sungai, tubuh pria tersebut bahkan sempat dikerumuni lalat.
Dalam rekaman visual amatir yang beredar, pria itu tampak terduduk lemas di atas batu berlumut. Ia hanya mengenakan kemeja kotak-kotak biru pudar dengan kancing terbuka serta sehelai kain sarung hitam yang menutupi kakinya.
Dengan sisa tenaga, pria tersebut terlihat berupaya merobek bungkus makanan ringan. Camilan tersebut merupakan asupan pertama yang disuapkan warga untuk mengganjal perutnya yang kelaparan.
Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB), Muh Irfan Maulana, yang ikut turun dalam operasi penyelamatan mengonfirmasi kejadian tersebut. Irfan menyebut korban bertingkah layaknya orang linglung karena kelelahan ekstrem.
"Pas ketemu di gunung awal mula dia kayak yang syok gitu ditemuin orang banyak tuh. Jadi diajak komunikasi tuh agak susah," kata Irfan kepada detikJabar melalui sambungan telepon, Rabu (3/6/2026).
"Seperti orang linglung. Kalau ditanya tuh ibarat jaringan ngelag dulu," sambungnya mendeskripsikan kondisi korban.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Kondisi korban yang kaku dan tak mampu berjalan memaksa warga menggotongnya menggunakan tandu darurat dari batang kayu dan sarung.
Tim evakuasi harus bergantian memanggul tubuh korban melintasi medan tebing yang curam. Mereka bahkan terpaksa membabat semak belukar untuk membuka jalur akses baru, lantaran rute sungai dinilai terlalu licin dan berbahaya.
Karena korban tidak mengantongi identitas selembar pun, relawan mengevakuasinya ke kantor Kecamatan Cicurug. Di sinilah teka-teki pria viral ini terpecahkan lewat pemindaian retina mata dan sidik jari.
Korban diketahui bernama Ayi Solehudin (50), warga Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Fakta mengejutkan pun datang dari pihak keluarga setelah dihubungi oleh petugas.
"Kata pihak keluarga, si korban tuh hilangnya sudah tiga atau empat tahun. Di Cianjur pun sudah dicari ke mana-mana. Misterius, tiba-tiba ditemukan di Gunung Salak," tutur Irfan.
Usai identitasnya terungkap, Ayi Solehudin akhirnya dijemput oleh pihak keluarganya. Malam itu juga, ia dibawa pulang ke pelukan keluarganya di Cianjur menggunakan bantuan ambulans.
Demon, Pemalak di Dago Bandung Jadi Tersangka
Polisi telah merampungkan kasus pemalakan terhadap pengemudi mobil berpelat nomor B di Dago, Kota Bandung. Pelakunya, seorang pria yang mengaku bermama Demon dan sudah ditetapkan menjadi tersangka.
"Kami sudah menetapkan tersangka dan sekarang dalam proses penyidikan di Polsek Coblong," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, Rabu (3/6/2026).
Kasus tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (23/5) lalu, sesaat setelah Persib Bandung merayakan gelar juara Super League 2025/2026. Pelaku diduga merupakan oknum Bobotoh yang merayakan gelar juara.
Dalam video yang beredar, pelaku yang mengaku bernama Demon sempat menanyakan asal daerah pengendara. Setelah mengetahui korban berasal dari luar daerah, pelaku kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan agar perjalanan korban aman.
Pelaku yang tampak tak mengenakan baju hanya memakai syal di leher itu bahkan sempat mengintimidasi korban dengan ancaman kerusakan kendaraan apabila permintaannya tidak dipenuhi.
Pelaku dijerat pasal pengancaman. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku dikenakkan Pasal 482 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. "Pasalnya tentang pemerasan," pungkasnya.
Duit Bangun Posyandu Dipakai Bayar Utang, Eks Kades di Garut Dibui
Seorang mantan kepala desa asal Garut, berinisial YS, dijebloskan ke penjara oleh polisi. Pria berumur 57 tahun tersebut dipenjara setelah korupsi uang pembangunan posyandu untuk membayar utang pribadi.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin menuturkan, YS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi setelah menjalani proses penyelidikan dalam beberapa waktu terakhir. "Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan," kata Joko, Rabu, (3/6/2026).
Joko menuturkan kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat. YS diduga melakukan tindak pidana korupsi Anggaran Dana Desa (ADD).
YS diketahui merupakan mantan pimpinan di salah satu desa yang ada di Kecamatan Leles, Garut. Dia diduga melakukan korupsi pada ADD tahun anggaran 2022 dan 2023.
"Yang diduga dikorupsi adalah ADD tahap satu, dua dan tiga di tahun anggaran 2022. Kemudian tahap satu di tahun anggaran 2023," katanya.
Berdasarkan hasil audit, kata Joko, total kerugian negara yang diakibatkan dari kasus ini sebesar Rp 653.562.688. Sedianya, anggaran itu harusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, hingga membangun posyandu di desa.
"Pengakuannya digunakan untuk kepentingan pribadi, salah satunya membayar utang," ucap Joko.
YS saat ini sudah mendekam di dalam tahanan. Terhadapnya, polisi menyangkakan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999. Sebagaimana diubah menjadi UU RI Nomor 20 Tahun 2021, tentang Tindak Pidana Korupsi.
"Ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar," pungkas Joko.
Persib Terima Rp 1 Miliar dari Dedi Mulyadi
Janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada Persib Bandung akhirnya ditepati. Setelah menjadi juara Super League 2025/2026, Persib menerima uang kadedeuh senilai Rp1 miliar yang diserahkan langsung oleh Dedi kepada Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita.
Penyerahan dilakukan di Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), di hadapan jajaran manajemen dan perwakilan pemain Persib. Bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Persib mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara liga tiga musim berturut-turut.
Dedi mengatakan dana bonus itu berasal dari hasil penjualan sapi yang sebelumnya sempat ia janjikan kepada Persib saat perayaan gelar juara.
"Hari ini saya menyampaikan bonus buat tim Persib juara tiga kali berturut-turut, nilainya Rp1 miliar didapat dari hasil penjualan sapi," kata Dedi.
Pemberian bonus itu menjadi simbol penghargaan atas perjuangan Persib yang kembali menjadi penguasa sepak bola nasional. Di tengah ketatnya persaingan liga, Persib mampu mempertahankan konsistensi hingga akhirnya kembali berdiri di podium tertinggi.
Direktur Utama PT PBB Glenn Sugita mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Persib.
"Terimakasih pak gubernur. Ini suatu penghargaan yang besar bagi kami, kami juga terimakasih didukung penuh oleh pemerintah hingga bisa juara tiga kali," ujar Glenn.
Glenn mengungkapkan perjalanan Persib menuju gelar juara musim ini bukan perkara mudah. Bahkan, menjelang akhir kompetisi ia sempat diliputi keraguan melihat beratnya pertandingan yang harus dihadapi tim.
"Musim ini sangat berat. Saya pernah berkeluh kesah dengan Pak Gubernur ini lima pertandingan terakhir akan sangat berat, saya juga kurang yakin," katanya.
Menurut Glenn, bonus tersebut akan diserahkan kepada para pemain sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka sepanjang musim.
"Jadi terimakasih atas dukungannya, ini saya serahkan ke para pemain agar bisa berprestasi lagi dan tahun depan semaksimal mungkin," ucapnya.
Tawuran Pelajar di Jalur Puncak
Dua kelompok pelajar terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Puncak, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Rabu (3/6/2026) pagi. Bahkan para pelajar tersebut saling mengayunkan senjata tajam dan melempar batu, menyebabkan beberapa kendaraan yang melintas turut mengalami kerusakan.
Yudit (35), saksi, mengatakan awalnya salah satu kelompok pelajar SMA terlihat beriringan mengendarai sepeda motor dari arah Puncak menuju Cianjur.
Tampak pelajar yang belum diketahui asal sekolahnya tersebut sudah membawa berbagai jenis senjata tajam.
"Kejadian tadi sekitar jam 08.00 WIB. Total ada sekitar belasan siswa yang mengendarai sepeda motor. Mereka bawa celurit, golok, dan senjata tajam lainnya," kata dia, Rabu (3/6/2026).
Tepat di depan salah satu rumah makan di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, terdapat kelompok pelajar lain. Begitu keduanya bertemu, aksi tawuran pun terjadi.
"Ternyata di depan rumah makan ada kelompok pelajar lain. Begitu bertemu langsung mereka tawuran," kata dia.
Menurut dia, kedua kelompok pelajar yang mengenakan celana abu-abu tersebut saling serang dengan menggunakan senjata tajam. Bahkan mereka juga melemparkan batu yang ditemukan di lokasi tawuran.
Akibatnya, beberapa kendaraan yang melintas turut mengalami kerusakan karena terkena lemparan batu.
"Cukup lama tawurannya. Warga juga tidak berani mendekat karena hampir semua pelajar tersebut bawa senjata tajam. Tadi terlihat ada siswa yang terkena bacok di bagian punggung. Kemudian ada mobil juga yang terkena lemparan batu," kata dia.
Dia menjelaskan, para pelajar tersebut bubar dengan sendirinya usai salah satu kelompok kabur. "Begitu satu kelompok kabur, mereka langsung bubar," kata dia.
Menurutnya, kedua kelompok pelajar tersebut diduga sudah janjian, sebab baik kelompok pelajar yang mengendarai sepeda motor ataupun yang menunggu di depan rumah makan sudah siap membawa senjata tajam.
"Kedua kelompok bawa senjata tajam. Jadi kemungkinan memang sudah janjian sebelumnya," kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Cugenang Kompol Usep Nurdin mengatakan pihaknya akan menyelidiki asal sekolah dari kedua kelompok yang terlibat tawuran.
"Kami akan selidiki lebih lanjut aksi tawuran tersebut. Anggota sudah ke lokasi kejadian," pungkasnya.
