Pengumuman Sekolah Maung-PCMB di Jabar Bersamaan, Ortu Siswa Bingung

Pengumuman Sekolah Maung-PCMB di Jabar Bersamaan, Ortu Siswa Bingung

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 09:14 WIB
Ilustrasi sekolah
Ilustrasi sekolah (Foto: Getty Images/GlobalStock)
Bnadung -

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK tahun 2026 di Provinsi Jawa Barat memasuki fase krusial yang diwarnai kebingungan di kalangan orang tua siswa.

Hari ini, Senin (8/6/2026) adalah jadwal pengumuman kelulusan SPMB Sekolah Maung. Namun di saat yang sama, Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) juga memasuki batas akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis), Dwi Subianto menyoroti penumpukan jadwal di hari yang sama ini sebagai bukti nyata kacaunya perencanaan lini masa oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.

Idealnya, jalur khusus seperti Maung diselesaikan secara bertahap agar tidak menciptakan tumpang tindih data dengan proses pemetaan reguler.

ADVERTISEMENT

"Hari ini kan pengumuman sekolah Maung, kemudian hari terakhir juga masa pemetaan. Itu yang dikeluhkan oleh orang tua," ujar Dwi saat dihubungi detikJabar.

Bentroknya kedua agenda besar SPMB di hari yang sama ini diperparah oleh kondisi sistem pendaftaran digital yang dinilai belum matang. Fortusis mengungkapkan, sejak proses pemetaan (PCMB) berjalan, terjadi error fatal di mana data siswa yang baru sekadar dipetakan langsung terkunci dan otomatis dianggap sudah mendaftar.

Kondisi tersebut sempat membuat sistem terhenti demi perbaikan sepihak oleh tim IT. Namun, hingga malam menjelang hari H penutupan dan pengumuman, tanda-tanda kesiapan sistem belum juga terlihat jelas oleh para orang tua.

"Katanya kemarin mau diperbaiki, tapi kami tidak yakin bahwa hari ini yang merupakan hari terakhir akan bisa diselesaikan malam hari ini. Bisa servernya, bisa juga memang sistemnya belum mantap alias masih tambal sulam. Masih dalam rangka desain ulang," katanya.

Melihat situasi penutupan PCMB dan pengumuman Jalur Maung yang berbarengan di tanggal 8 Juni ini, Fortusis mencium adanya indikasi kejar tayang dari para pembuat kebijakan.

Dwi bahkan mengkritik Disdik Jabar karena membuang sistem lama yang sudah stabil dan memilih memaksakan sistem baru yang membingungkan masyarakat.

"Orang tua melihatnya orientasi para pihak yang terlibat di dalam SPMB ini cenderung ke arah proyek. Yang penting saya sudah dibayar sama pemerintah daerah. Orientasinya semuanya adalah proyek, bukan pendidikannya," tukasnya.

Untuk diketahui, pengumuman SPMB Sekolah Maung akan dilakukan pada 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Tercatat ada 38.478 pendaftaran yang memperebutkan kuota penerimaan yakni 18.272 murid baru.

Calon murid yang tidak lulus di SPMB Sekolah Maung masih bisa mendaftar di SPMB SMA/SMK negeri maupun sekolah swasta kerja sama. Adapun pendaftaran dapat dilakukan hingga pukul 00.00 WIB melalui laman spmb.jabarprov.go.id.




(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads