Krisis Darah Cianjur, 160 Pendonor Hadir Bawa Harapan

Krisis Darah Cianjur, 160 Pendonor Hadir Bawa Harapan

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 12 Jun 2026 21:40 WIB
Donor Darah di Cianjur
Donor Darah di Cianjur (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Krisis stok darah yang sempat melanda Kabupaten Cianjur dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Polres Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur turun tangan dengan menggelar aksi donor darah massal guna memastikan kebutuhan darah bagi masyarakat tetap terpenuhi.

Tak hanya melibatkan personel kepolisian, kegiatan kemanusiaan tersebut juga mengajak berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pengemudi ojek pangkalan hingga ojek online turut ambil bagian dalam upaya menambah persediaan darah di Kota Santri.

Dari ratusan orang yang mendaftarkan diri sebagai pendonor, tercatat sekitar 160 orang dinyatakan memenuhi syarat sehingga darahnya dapat diambil untuk menambah stok di Unit Transfusi Darah (UTD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan kegiatan donor darah tersebut digelar bertepatan dengan momentum menyambut Hari Bhayangkara sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis darah yang tengah terjadi di Cianjur.

ADVERTISEMENT

"Bertepatan dengan menyambut HUT Bhayangkara, kami menentukan untuk menggelar donor darah. Apalagi informasinya beberapa hari terakhir stoknya sangat minim. Makanya dengan donor darah masal dengan melibatkan masyarakat ini diharapkan stok darah Cianjur bisa aman," kata dia, Jumat (12/6/2026).

Menurut Alexander, keterlibatan Polri dalam aksi donor darah tidak akan berhenti pada kegiatan tersebut saja. Ke depan, anggota Polres Cianjur akan didorong untuk rutin mendonorkan darah agar kebutuhan stok darah dapat terus terjaga.

"Tentu tidak hanya hari ini, tapi ke depannya secara rutin anggota diarahkan untuk donor darah, baik yang digelar secara massal adapun ke kantor layanan UTD," tuturnya.

"Kami berharap Polri terus bisa berkontribusi dalam berbagai hal, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan darah, salah satunya di Kabupaten Cianjur," tambahnya.

Upaya serupa juga akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur. Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai mengatakan pihaknya akan segera menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah massal.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan agar kebutuhan darah masyarakat tidak terganggu akibat menipisnya stok yang tersedia.

"Segera saya arahkan setiap dinas untuk menggelar donor darah massal. Jangan sampai stok minim dan masyarakat yang membutuhkan kesulitan," kata dia.

Selain menggerakkan aparatur pemerintah, Pemkab Cianjur juga akan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin.

"Tentu harus disosialisasikan lagi, supaya tidak hanya aman di bulan ini stoknya, tapi seterusnya tidak lagi kekurangan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur dr Susilawati menyambut baik keterlibatan berbagai pihak dalam upaya mengatasi krisis darah yang terjadi. Menurutnya, dukungan dari instansi pemerintah, kepolisian, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar kebutuhan darah di Cianjur dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

"Utamanya untuk ratusan pasien talasemia yang rutin membutuhkan transfusi. Kami harap kesadaran untuk mendonor lebih meningkat," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabupaten Cianjur sempat mengalami krisis stok darah akibat minimnya jumlah pendonor dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat kebutuhan darah harian sulit terpenuhi, termasuk untuk ratusan pasien talasemia yang secara rutin membutuhkan transfusi darah demi menunjang kelangsungan hidup mereka.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads