Era Kejayaan Kampung Adem di Bandung yang Kini Tinggal Kenangan

Era Kejayaan Kampung Adem di Bandung yang Kini Tinggal Kenangan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 08:30 WIB
Kampung Adem Bandung
Kampung Adem Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Bagi warga yang telah puluhan tahun menetap, kampung ini menyimpan cerita tentang masa-masa paling ramai dalam sejarahnya. Pada masa itu, gang-gang kampung tak pernah sepi dari lalu-lalang pengunjung. Warung-warung berdiri berderet, lahan parkir terisi penuh, dan roda ekonomi warga berputar berkat keramaian yang datang hampir setiap hari.

Keramaian itulah yang pernah dirasakan warga RW 08 Kelurahan Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Kampung yang berada di belakang Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo ini dulunya menjadi jalur keluar-masuk pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di ujung jalannya, berdiri Kolam Renang Cihampelas yang saat itu masih beroperasi dan ramai didatangi. Namun kini, akses tersebut telah tertutup dan keramaian yang dulu menghidupi warga perlahan menghilang.

Namun bagi Dedi Rosadi (68), kenangan itu akan terus melekat dalam ingatannya. Sebab dalam gambarannya, Bandung Zoo maupun Kolam Renang Cihampelas turut menyumbang pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar.

ADVERTISEMENT

"Ramai banget dulu mah. Jadi warga sini teh banyak yang dagang, ada yang kerja sama ada yang jaga parkir yang mau datang ke kebun binatang," kata warga sekitar yang akrab disapa Naga tersebut dalam perbincangannya bersama detikJabar.

Kampung Adem BandungKampung Adem Bandung Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar

Keramaian ini terjadi, karena dulu, akses keluar masuk ke Bandung Zoo berada di gerbang belakang. Sehingga wajar, warga sekitar kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk mencari pundi-pundi rupiah seperti berdagang.

Sayangnya, era kejayaan ini sekarang telah menghilang. Bandung Zoo kini sudah berganti manajemen yang lebih profesional, lalu akses gerbang keluar-masuk pun telah dipindahkan ke depan tepat di Jalan Tamansari.

"Jadi antara kebun binatang dengan warga itu memang saling menguntungkan. Kalau era-era itu, ramai banget. Makanya kan ada warung-warung warga di sini, karena pengunjung itu kalau jajan suka ke sini terus," ucapnya.

Selain Bandung Zoo, warga RW 08 Kelurahan Lebak Siliwangi juga pernah merasakan era kejayaan karena berdekatan dengan Kolam Renang Cihampelas. Tempat wisata peninggalan zaman Belanda sejak 1904 itu kini telah tutup pada 2010 setelah lahannya dibongkar untuk pembangunan apartemen.

Keberadaan kolam renang ini lah yang membuat RW 08 terasa asri dan rindang dengan pepohonan. Bahkan pada masa itu, di ujung jalan, banyak pohon bambu tumbuh lebat dan sempat mendatangkan kesan mistis bagi warga sekitar.

Sayangnya kata Naga, Pemkot Bandung justru tak mampu mempertahankan tempat wisata itu. Padahal menurutnya, Kolam Renang Cihampelas merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan, plus mendatangkan nilai manfaat yang besar bagi warga di sana.

"Selain jadi sumber air, kolam renang itu juga kan udah banyak menelurkan atlet-atlet hebat. Sayangnya itu kenapa tidak bisa dipertahankan. Padahal itu setidaknya jadi saksi hidup lah bagi warga sini mah," pungkasnya.




(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads