Bahu Tetangga Jadi Jembatan Nyawa Rina Menembus Jalan Sempit Cipatat

Bahu Tetangga Jadi Jembatan Nyawa Rina Menembus Jalan Sempit Cipatat

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 12:03 WIB
tangkapan layar video viral warga kbb di atas brankar digotong warga
Rina Fitri Yulianti, seorang ibu paruh baya yang tengah dalam kondisi fisik sangat lemah, terpaksa harus dievakuasi menggunakan brankar darurat yang dimodifikasi. (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Sebuah video yang memperlihatkan aksi dramatis warga Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, mendadak viral di jagat maya. Di dalam video tersebut tampak keprihatinan sekaligus kehangatan sosial yang luar biasa ketika sejumlah warga bergotong royong menyelamatkan nyawa salah satu tetangganya.

Rina Fitri Yulianti, seorang ibu paruh baya yang tengah dalam kondisi fisik sangat lemah, terpaksa harus dievakuasi menggunakan brankar darurat yang dimodifikasi. Brankar ambulans tersebut diikat menggunakan bambu dan tali seadanya agar bisa dipanggul bersama-sama melewati medan jalan yang tidak ramah bagi kendaraan bermotor roda empat.

Peristiwa mendebarkan ini terjadi pada Minggu siang, tanggal 14 Juni 2026. Di tengah keterbatasan akses fisik, bahu para tetangga akhirnya menjadi jembatan penyelamat bagi Rina untuk menjangkau pertolongan medis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Detik-Detik Evakuasi Darurat di Pinggir Rel

Kondisi medis yang mendesak memaksa warga untuk melakukan tindakan darurat karena ambulans tidak dapat menjangkau kediaman pasien secara langsung.

  • Kondisi Pasien: Rina dalam keadaan lemas karena jahitan bekas operasi yang dijalaninya sepekan lalu tiba-tiba terbuka.
  • Perubahan Jadwal: Pasien sebenarnya dijadwalkan kontrol ke RS Hasan Sadikin pada Rabu, 17 Juni 2026, namun kondisi darurat membuat evakuasi harus dilakukan lebih awal.
  • Gotong Royong Warga: Karena mobil tidak bisa masuk, warga berinisiatif memodifikasi brankar ambulans dengan bambu agar bisa dipanggul bersama-sama menuju titik jemput.

Labirin Batu dan Batas Akses Ambulans

Geografi permukiman yang berada di lokasi khusus menjadi hambatan utama dalam pelayanan transportasi kesehatan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT
  • Lokasi Terisolasi: Rumah Rina terletak di permukiman tepi perlintasan kereta api dekat Stasiun Sasaksaat.
  • Medan Jalan: Akses menuju rumah hanya berupa jalan sempit berbatu di pinggir rel yang hanya bisa dilalui sepeda motor.
  • Jarak Tempuh Manual: Ambulans terpaksa parkir di dekat Stasiun Sasaksaat, sehingga warga harus menggotong pasien sejauh kurang lebih 500 meter. Bahu para tetangga menjadi penopang untuk menggotong Rini menembus akses sempit itu.
  • Masalah Berulang: Menurut Ketua RW setempat, Setiawan, peristiwa warga sakit yang harus ditandu secara darurat ini bukan pertama kali terjadi karena keterbatasan akses jalan.

Sinyal Harapan di Atas Lahan PT KAI

Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pendalaman terkait status lahan dan infrastruktur di lokasi kejadian.

  • Status Lahan: Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menjelaskan akses utama warga merupakan jalur sepanjang 500 meter yang berstatus lahan milik PT KAI.
  • Kendala Perizinan: Pemerintah Desa Sumurbandung dilaporkan telah beberapa kali mengajukan izin peningkatan jalan agar bisa dilalui kendaraan roda empat, namun belum terealisasi.
  • Rencana Koordinasi: Bupati berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan PT KAI guna mencari solusi terbaik untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat di situasi darurat.

Komitmen Peningkatan Pelayanan Publik

Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi antara infrastruktur dan pelayanan kesehatan yang cepat.

  • Apresiasi Warga: Bupati Jeje memberikan apresiasi kepada warga yang tetap menjaga semangat gotong royong dalam membantu proses evakuasi Rina.
  • Target Infrastruktur: Pemkab KBB menyatakan komitmennya untuk terus membenahi wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses jalan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Kami memahami kondisi ini menimbulkan kesulitan, terutama dalam situasi darurat kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat," ujar Jeje terkait upaya perbaikan akses tersebut.




(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads