Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda punya keanekaragaman hayati yang wajib dilindungi. Beberapa hari yang lalu, pengelola pun mendapat rekaman sejumlah hewan yang menggemaskan saat beraktivitas di hutan liar.
Dalam rekaman kamera jebak atau camera trap pengelola Tahura Djuanda, ada sejumlah hewan yang terekam aktivitasnya. Mulai dari monyet ekor panjang, musang, babi hutan, landak jawa, burung ciung batu siul hingga burung puyuh.
"Camera trap di Tahura Ir H Djuanda hampir dua tahun digunakan dan berjumlah 6 unit. Waktu pengambilannya ada yang 2-4 minggu untuk yang singkat, sedangkan yang lama antara 3-4 bulan," kata Kepala UPTD Tahura Ir H Djuanda, Lutfi Erizka, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu foto yang ia bagikan adalah aktivitas monyet ekor panjang yang sedang menggendong anaknya. Lalu, ada aktivitas babi hutan hingga keberadaan burung ciung batu siul yang mempesona.
Pria yang akrab disapa Upeng itu mengatakan, ada sejumlah aktivitas menarik setelah rekaman kamera jebak dibuka. Selain satwa liar, ada hewan dilindungi yang terekam kamera seperti kucing hutan hingga trenggiling.
"Itu gabungan dari beberapa camera trap, namun yang terakhir sekitar 1 bulan yang lalu. Karena di pasang bareng mahasiswa praktek sekalian pengambilan datanya, dan kebanyakan fotonya monyet ekor panjang," ucapnya.
Aktivitas satwa di Tahura Djuanda pun menjadi pengalaman menarik yang terekam kamera jebak di 10 titik kawasan tersebut. Pihaknya mengimbau agar tak ada orang yang memburu hewan di sana untuk tetap menjaga keanekaragaman hayatinya.
"Stop perburuan liar, jangan memberi makan satwa liar, dan selalu mematuhi aturan yang di berlakukan di kawasan Tahura Ir H Djuanda," pungkasnya.
(ral/dir)
