Kronologi Bule Georgia Terobos Tol Pasteur-Baros Pakai Motor

Kronologi Bule Georgia Terobos Tol Pasteur-Baros Pakai Motor

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 19 Jun 2026 16:00 WIB
Tangkapan layar wna naik motor masuk tol
Tangkapan layar wna naik motor masuk tol (Foto: Istimewa)
Bandung -

Sosok pengendara motor yang nekat melaju di ruas Tol Pasteur hingga Baros akhirnya terungkap. Pria yang videonya viral di media sosial itu diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Georgia yang mengaku masuk jalan tol karena mengikuti petunjuk aplikasi peta digital.

Aksi pengendara motor itu sempat viral setelah video dirinya melintas santai di Jalan Tol Purbaleunyi beredar luas. Dalam rekaman yang viral, pria berkaus hijau stabilo itu terlihat mengendarai sepeda motor matik di lajur kiri tol, sementara kendaraan lain melaju dengan kecepatan tinggi di sampingnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senior Manager Representative Office 3 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Ruas Purbaleunyi, Agus Susilo, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.

"Kronologi kejadian WNA masuk tol dengan menggunakan motor terjadi di hari Kamis kemarin tanggal 18 Juni sekitar pukul 12.15 WIB. Petugas kami mendapati adanya pengendara motor roda dua yang masuk jalan tol melalui akses Pasteur," kata Agus, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Petugas sebenarnya telah berupaya menghentikan pengendara tersebut. Namun pria itu tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya dilakukan pengejaran bersama petugas Patroli Jalan Raya (PJR).

"Kemudian pada waktu itu sempat ada peringatan dari petugas, tapi pengguna jalan tersebut tetap melaju. Dan akhirnya kami berkoordinasi dengan PJR melakukan pengejaran dan bisa kami amankan melalui Gerbang Tol Baros 2," ujarnya.

Setelah diamankan, petugas meminta keterangan kepada pengendara tersebut. Dari hasil pemeriksaan, pria itu mengaku hanya mengikuti arahan aplikasi navigasi yang digunakannya.

"Di sana kami minta keterangan dan menurut pengakuannya, pengguna motor tersebut menggunakan aplikasi Maps. Dan ini seperti kejadian-kejadian sebelumnya, seperti itu," ungkap Agus.

Warga Negara Georgia

Dari pemeriksaan identitas, pengendara motor tersebut diketahui merupakan warga negara asing asal Georgia, negara yang berada di kawasan Eropa Timur dan berbatasan dengan Asia Barat.

"Menurut data yang kami peroleh, WNA tersebut berasal dari negara Georgia, Eropa Timur, perbatasan dengan Asia Barat," kata Agus.

Meski tidak mengetahui secara pasti tujuan kedatangannya ke Bandung, petugas memastikan pria tersebut memiliki dokumen perjalanan yang lengkap.

"Untuk keterangan tersebut kami tidak sempat mendapat informasi ya, tapi pastinya dia sedang ada di Bandung, di Indonesia. Dan terkait dengan kelengkapan dokumen perjalanan kemarin, cukup lengkap. Ada STNK juga, kemudian ada paspor," ujarnya.

Namun saat pemeriksaan dilakukan, petugas tidak menemukan surat izin mengemudi yang dibawa oleh pengendara tersebut.

"Dan yang tidak kami dapati itu surat izin mengemudi ya. Mungkin beliaunya tidak membawa, karena pada waktu kita cek dokumen tidak terdapat surat izin mengemudi, seperti itu," tambah Agus.

Hanya Diberi Teguran

Meski sempat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain, pengendara tersebut tidak dikenakan sanksi berat. Petugas hanya memberikan teguran dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Sanksi yang diberikan kemarin, petugas dengan PJR memberikan teguran dan pembinaan. Kemudian membuat berita acara supaya tidak mengulangi perbuatannya," jelas Agus.

Menurut Agus, pihak Jasa Marga sebenarnya telah memasang berbagai rambu larangan kendaraan roda dua maupun roda tiga masuk ke jalan tol. Bahkan setelah beberapa kejadian serupa, jumlah rambu telah ditambah.

"Saat ini kami sebenarnya sudah memasang perambuan standar larangan kendaraan roda dua maupun roda tiga masuk ke jalan tol. Dan setelah kejadian beberapa waktu lalu, kami juga sempat menambahkan rambu larangan motor masuk jalan tol," katanya.

Namun dalam kasus kali ini, faktor bahasa diduga menjadi salah satu penyebab pengendara asing tersebut tidak memahami larangan yang ada.

"Tapi memang kalau kejadian kemarin itu karena WNA, kami rasa beliaunya tidak bisa memahami rambu-rambu mungkin karena perbedaan bahasa, seperti itu," ujarnya.

Agus juga meluruskan informasi yang menyebut pengendara tersebut menerobos gardu tol. Menurutnya, pengendara tidak melewati palang transaksi tol, melainkan masuk melalui akses yang berada setelah gerbang utama.

"Tidak. Kemarin itu karena akses Pasteur ini gate-nya ada di cukup dalam ya, jadi tidak bisa kami temui di depan. Tapi petugas kami menemukan melalui gate Pasteur Exit seperti itu," katanya.

Jasa Marga Ingatkan Pengguna Maps

Berkaca dari kejadian tersebut, Jasa Marga mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat menggunakan aplikasi navigasi digital. Sebab, banyak kasus pengendara motor masuk tol terjadi karena pengguna lupa mengubah pengaturan jenis kendaraan di aplikasi.

"Imbauan kami kepada masyarakat, kami anjurkan untuk bertanggung jawab dalam berlalu lintas, memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," kata Agus.

"Kembali lagi bagi masyarakat yang memanfaatkan aplikasi Maps, kami mengingatkan kembali untuk mengecek moda kendaraannya. Biasanya karena buru-buru, masyarakat memanfaatkan aplikasi Maps lupa mengganti moda kendaraannya yang settingan default-nya biasanya kendaraan roda empat, tapi pada kenyataannya menggunakan roda dua sehingga diarahkan biasanya melalui jalur terdekat dan diarahkan melalui jalan tol," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kakorlantas Pimpin Apel Terpadu, Tekankan Kesiapan Pengamanan Nataru "
[Gambas:Video 20detik]
(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads