Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Truk vs KA di Sukabumi

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Truk vs KA di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 20 Jun 2026 13:30 WIB
Bangkai truk yang tertemper KA Pangrango di Sukabumi
Bangkai truk yang tertemper KA Pangrango di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah)
Sukabumi -

Satlantas Polres Sukabumi akhirnya membeberkan penyebab di balik kecelakaan maut yang melibatkan KA Pangrango 227A dan truk boks di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jumat (19/6) sore. Faktor jarak kendaraan yang sudah terlanjur mepet menjadi pemicu utama tabrakan yang merenggut nyawa seorang pemotor tersebut.

Kecelakaan tragis yang terjadi sekira pukul 15.20 WIB ini menewaskan Dodi (43), pengendara motor Yamaha Mio J bernomor polisi F 3940 TR. Korban yang merupakan warga Oku Timur, Sumatra Selatan, mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah tubuhnya tertimpa badan truk yang terguling.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, menjelaskan bahwa petaka bermula saat truk Mitsubishi Canter Boks bernomor polisi F 8364 TE melaju dari arah Nagrak menuju Karangtengah. Sang sopir, Hermawan Marta Gunawan (33), tetap melajukan kendaraannya saat mendekati perlintasan rel.

"Setibanya di perlintasan rel kereta api, pada saat yang bersamaan datang KA Pangrango 227A relasi Sukabumi-Bogor yang dikemudikan masinis Fery dan asisten masinis Lamhot. Sehubungan jarak yang sudah terlalu dekat saat truk melintas, tabrakan keras tidak dapat dihindarkan," ujar Wangsit saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

Hantaman telak dari moncong kereta membuat truk boks tersebut terseret hebat dan terdorong ke arah permukiman warga di tepi rel. Saking kerasnya dorongan, truk boks itu langsung menyapu Rizki Audia Esa Pratama (31), warga setempat yang kebetulan sedang membuang sampah di dekat rel.

Tak berhenti di situ, laju truk yang tak terkendali kemudian menghantam motor yang dikendarai oleh Dodi. Saat itu, korban tengah melintas di jalan permukiman yang berada di sisi kiri rel.

"Kendaraan sepeda motor masuk ke dalam kolong truk. Posisi akhir kendaraan truk boks langsung terguling ke arah kiri dengan posisi sepeda motor berada tepat di bawahnya," urai Wangsit menggambarkan kronologi fatal tersebut.

Dampak dari hantaman beruntun itu sangat mengerikan. Pengendara motor mengalami luka berat di bagian kepala, pipi, perut, serta patah tulang pada lengan kanan dan kaki kiri hingga meninggal dunia di TKP.

Sementara itu, sopir truk boks mengalami dislokasi pada bahu dan luka robek di pipi. Adapun warga yang sedang membuang sampah mengalami luka robek terbuka di kedua belah tangan serta cedera kepala ringan. Kedua korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Faktor utama karena jarak yang sudah terlalu dekat di perlintasan sebidang tersebut. Total korban meninggal dunia satu orang dan dua lainnya luka-luka. Kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta," pungkas Wangsit.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads