Matahari Minggu pagi baru saja meninggi, namun Teras Cikapundung sudah ramai dikunjungi warga. Gurauan hangat keluarga yang tengah berjalan santai berpadu serasi dengan tawa renyah warga yang duduk di tangga-tangga kawasan tersebut.
Selain itu, banyak pemburu foto estetik dengan latar kawasan ini; mulai dari aliran Sungai Cikapundung, pepohonan rindang, hingga jembatan sungai yang ikonik.
Banyak juga warga yang membuka perbekalan makanan dari rumah atau membeli dari pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di pintu masuk dan kawasan Teras Cikapundung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sekian banyak pedagang, detikJabar tertarik mengunjungi lapak makanan jadul atau tradisional yang menggelar dagangannya di pintu masuk menuju objek wisata tersebut.
Makanan jadul yang dijajakan di tempat ini beragam, mulai dari nasi ketan, ketan serundeng, sate kulit, sate aci, sate usus, cireng isi kacang, cilok, karoket, combro, pastel, ali agrem, gemblong, oyek, onde-onde, klepon, dan lainnya.
Makanan jadul yang dijual langsung oleh perempuan bernama Juju Julaeha itu dibanderol per porsi mulai dari Rp5-10 ribu.
detikJabar berkesempatan berbincang dengan Juju. Wanita berusia 58 tahun asal Garut ini menjelaskan bahwa aktivitas berjualan keliling pada Sabtu-Minggu sudah dilakoninya dalam satu tahun terakhir. Namun, biasanya dia berjualan di Pasar Sederhana.
"Jualan di sini setahun jalan, setiap hari di pasar, yang dijual ketan serundeng, cucur, cilok, oyek dan masih banyak lagi," kata Juju kepada detikJabar, Minggu (21/6/2026).
"(Makanan jadul) dibuat satu keluarga di Bandung. Asalnya dari Subang, kalau awal jualan oyek," tambahnya.
Juju menyebutkan, pencinta makanan jadul yang dia jual cukup banyak. Apalagi bagi warga luar kota, banyak yang sengaja mencari kudapan tradisional saat berwisata ke Bandung.
"Alhamdullilah penuh, ini kebetulan lagi kosong, kalau lagi penuh bisa sikut-sikutan sampai ada yang jatuh," tuturnya.
Tak hanya di Teras Cikapundung, warga juga bisa mendapatkan makanan jadul yang sama di lokasi lainnya.
"Satu grup di GBLA, Warung Tungku dan Gasibu," tambahnya.
Salah satu pengunjung, Wiwin mengatakan, dia sangat menyukai makanan jadul yang dijual Juju.
"Suka banget, apalagi ketan serundengnya," kata Wiwin.
Wiwin menyebutkan, dia sudah menjadi langganan tetap makanan jadul yang dijual Juju tersebut.
"Jenisnya banyak dan rasanya enak. Kalau Sabtu-Minggu lewat sini pasti beli," pungkasnya.
(wip/sud)
