Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi RSHS Bandung untuk melihat kondisi YTR (29) yang diduga dianiaya dan disekap oleh kekasihnya di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung belum lama ini.
Dedi mengaku tidak tega melihat kondisi korban. Meski demikian, kondisi kesehatan korban dilaporkan terus membaik.
"Makin membaik (kondisi korban). Walaupun saya jujur saja, lihatnya pun nggak berani, nggak tega lah. Udahlah," kata Dedi saat keluar dari Gedung MCHC RSHS, Senin (22/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berkunjung, Dedi bertemu langsung dengan pihak keluarga. Namun, ia menyebut komunikasi medis dilakukan oleh dokter yang mendampingi korban, sementara dirinya hanya mendengarkan penjelasan tersebut.
"Dok Sis yang komunikasi, saya dengerin. Karena saya itu laki-laki, tapi Rinto hatinya, nggak tega. Tetapi yang paling utama, ada dua hal yang harus saya selesaikan. Kalau urusan penyelesaian pengobatan, kan tanggung jawabnya dokter. Tadi kan ngomong biaya. Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai," ungkapnya.
Dedi juga memastikan kebutuhan keluarga yang mendampingi korban selama di rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya.
"Jadi nggak usah lagi nyari ke BPJS, ke mana-mana. Saya tanggung. Jadi nggak usah sibuk lagi keluarganya. Keluarganya juga oleh saya tadi dibekelin," tegasnya.
"Selama nungguin anaknya, dia tidak lagi pusing ngurus rumah dan kebutuhan di rumahnya," ujar Dedi.
Dedi menegaskan pihak keluarga tidak perlu melakukan penggalangan donasi karena seluruh biaya pengobatan telah ditanggung pemerintah.
"Nggak usah perlu ada open donasi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab terhadap warganya," pungkas Dedi.
(wip/sud)
