Momen Haru Saat Petugas Damkar Tasik Bantu Ambil Rapor Siswi Yatim

Momen Haru Saat Petugas Damkar Tasik Bantu Ambil Rapor Siswi Yatim

Faizal Amiruddin - detikJabar
Rabu, 24 Jun 2026 13:58 WIB
Petugas Damkar Kota Tasikmalaya saat membantu mengambil rapor siswi SMKN 1 Tasikmalaya.
Petugas Damkar Kota Tasikmalaya saat membantu mengambil rapor siswi SMKN 1 Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Ada pemandangan yang tak biasa sekaligus mengharukan dalam momen pembagian rapor semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMKN 1 Kota Tasikmalaya, Rabu (24/6/2026).

Di antara kerumunan orang tua murid yang sedang mengantre, tampak seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya ikut duduk menanti giliran.

Bukan untuk menjinakkan si jago merah atau menggelar simulasi bencana, personel berseragam biru ini datang membawa misi kemanusiaan yang mendalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka hadir demi memenuhi harapan Chalsa (17), seorang siswi kelas XI jurusan Produksi Film (PF 1) yang kebingungan karena tidak ada wali yang bisa mengambilkan rapornya.

ADVERTISEMENT

Aksi simpatik ini pun langsung mencuri perhatian dan menjadi buah bibir hangat di lingkungan sekolah yang terletak di Kecamatan Cipedes tersebut.

Chalsa menceritakan kisah pilu di balik kehadiran petugas Damkar sebagai walinya. Remaja putri ini merupakan seorang anak yatim sejak sang ayah berpulang pada September 2025 lalu.

Di sisi lain, ibunya terpaksa absen karena tuntutan pekerjaan yang ketat.

"Ayah sudah meninggal, sedangkan mama harus bekerja di Tasikmalaya dan tidak bisa ditinggal. Kalau dipaksakan libur, upahnya bisa dipotong dan tidak dapat uang," kata Chalsa.

Remaja yang kini hanya tinggal berdua dengan ibunya ini sempat didera kebingungan. Dua kakaknya merantau di Bekasi untuk bekerja.

Karena enggan menjadi satu-satunya murid yang datang tanpa didampingi wali, Chalsa nekat mencari kontak Damkar Kota Tasikmalaya lewat Instagram dan mengirimkan pesan via WhatsApp. Sang ibu bahkan sama sekali tidak mengetahui rencana ini.

"Awalnya cuma iseng, tapi ternyata direspons sangat cepat dan langsung disetujui. Saya pilih Damkar karena mereka terkenal sangat gercep (gerak cepat) kalau membantu masyarakat," kata Chalsa.

Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, membenarkan kisah unik tersebut. Setelah menerima pesan emosional dari Chalsa di call center, regu piket yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Fikri bersama anggota tim-Iqbal, Dicky, dan Azwar-langsung tancap gas menuju lokasi sekolah tanpa menggunakan sirene.

Menariknya, selain menyerahkan rapor Chalsa, momentum ini juga dimanfaatkan para petugas untuk memberikan edukasi spontan mengenai tugas pokok dan fungsi Damkar kepada para orang tua murid yang hadir.

Hendrik mengakui, panggilan tugas kali ini menjadi pengalaman paling unik dan pertama kalinya terjadi dalam sejarah pelayanan publik Damkar Kota Tasikmalaya.

"Ini pertama kalinya kami mendapatkan tugas mengambil rapor siswa. Biasanya, selain memadamkan kebakaran, tugas nonkebakaran kami meliputi evakuasi kucing, pelepasan cincin, menangkap ular, dan sejenisnya. Namun, karena ini bagian dari pelayanan masyarakat, kami dengan senang hati membantu," kata Hendrik.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads