Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan satu unit truk berukuran besar terjadi di Tanjakan Purajati, Kampung Purajati, Desa Cikahuripan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/6/2026) dini hari.
Truk bermuatan penuh tersebut gagal menanjak hingga akhirnya mundur dan terguling melintang di tengah jalan. Akibat insiden ini, arus lalu lintas yang menghubungkan Pelabuhanratu menuju Cibangban hingga perbatasan Banten lumpuh total.
Informasi dihimpun detikJabar, truk tersebut terguling dengan posisi miring. Badan truk yang besar melintang sempurna hingga menutup seluruh badan jalan dari ujung ke ujung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi kabin depan truk terlihat mengalami kerusakan, sementara sisa solar dan oli dilaporkan sempat tercecer ke permukaan aspal. Kendaraan roda empat dipastikan sama sekali tidak dapat melintas.
Salah seorang saksi mata sekaligus warga setempat, Pahru, menceritakan kronologi mencekam saat peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Menurutnya, truk tersebut melaju dari arah Bogor dengan tujuan akhir ke daerah Bayah, Banten.
"Jadi begini kejadiannya, sebenarnya tinggal sedikit lagi truk itu berhasil melewati tanjakan. Namun pas tiba di area jalan yang agak datar, posisi truk tiba-tiba kehilangan tenaga. Truk itu isinya dua orang, sopir bersama istrinya," ujar Pahru saat dihubungi detikJabar.
Melihat truk tidak kuat menanjak, istri sopir sempat bergegas turun dari kabin untuk mencari batu demi mengganjal ban truk yang mulai kehilangan kendali.
"Istrinya turun bermaksud mau mengganjal roda truk. Mungkin dia sedang mencari batu. Maklum kondisi saat itu masih sangat gelap sekitar jam 4 subuh. Tiba-tiba istrinya berteriak-teriak histeris, saya yang kebetulan sedang berada di sekitar lokasi langsung menyusul ke arah bawah," lanjut Pahru.
Nahas, sebelum sempat diganjal, truk berukuran besar tersebut langsung mundur dan langsung terguling dengan posisi melintang menutupi jalan raya. Pahru yang panik melihat kejadian tersebut langsung fokus menyelamatkan sang sopir yang terjebak di dalam kabin.
"Iya, truknya langsung mundur dan nyungseb melintang di situ, menutup jalan dari ujung ke ujung. Malam itu juga sopirnya langsung saya evakuasi dengan cara diseret keluar kabin karena saya sangat takut. Pikiran saya takut truknya kebakaran, sebab solar dan oli sudah tumpah mengalir ke bawah. Saya sampai gak sadar menyeret sopirnya karena saking takutnya kalau terjadi kebakaran," jelasnya.
Pahru menambahkan, truk tersebut mengangkut muatan berupa lemari yang berbahan dasar plastik. Diduga kuat, pengemudi truk nekat melintasi jalur ekstrem tersebut karena belum mengetahui medan jalan yang memiliki tanjakan cukup curam.
"Muatannya lemari plastik, dibawa dari Bogor mau dikirim ke daerah Bayah, Banten lewat jalur sini. Sepertinya sopirnya memang belum tahu dan belum hafal medan jalan di tanjakan ini," pungkas Pahru.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sekira pukul 03.30 WIB di Jalan Raya Cisolok - Bayah, tepatnya di Kp. Purajati RT 02/11, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Kendaraan yang terlibat adalah Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi F 9404 FG. Truk tersebut dikemudikan oleh Rian Setiawan (22) dengan penumpang bernama Siti Aisah (23), yang keduanya merupakan warga Kampung Cihieum, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Ipda Wangsit menjelaskan bahwa truk tersebut sedang membawa muatan furnitur dengan bobot kurang lebih 10 ton dari arah Cisolok menuju Bayah. Kondisi jalan di lokasi kejadian sebenarnya merupakan aspal bagus, lurus menanjak, kering, dilengkapi marka jalan, serta didukung cuaca cerah pagi hari.
"Setibanya di tempat kejadian melintasi jalan lurus menanjak, diduga kendaraan Mitsubishi Fuso tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga tidak bisa menanjak. Kendaraan kemudian mundur ke belakang, bagian belakang kendaraan menabrak tebing sebelah kanan dan terguling dengan posisi akhir ban sebelah kanan berada di atas," terang Wangsit dalam laporan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa (nihil fatalitas) dalam peristiwa ini. Pengemudi truk, Rian Setiawan, hanya mengalami luka ringan berupa terkilir pada kaki kiri, luka memar pada dada, serta luka lecet di tangan kanan. Sementara untuk kerugian materiil akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah).
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi badan truk masih terus berlangsung di lokasi kejadian. Pihak kepolisian mengimbau bagi para pengendara yang hendak menuju arah Banten via Cibangban maupun sebaliknya untuk mencari jalur alternatif lain karena jalan sama sekali belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
(sya/yum)
