Dedi Mulyadi Minta Desa di Jabar Jaga Air, Pangan, dan Masa Depan

Dedi Mulyadi Minta Desa di Jabar Jaga Air, Pangan, dan Masa Depan

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Istimewa)
Sumedang -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap inisiasi Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melalui program Jaksa Garda Desa. Program ini mencakup dua fokus utama, yakni Jaga Dapur untuk ketahanan pangan dan Jaga Indonesia Pintar untuk sektor pendidikan.

Dukungan tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri pengukuhan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPC ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang di GOR Tadjimalela, Kamis (25/6/2026).

Dalam arahannya, Dedi menyoroti urgensi penguatan kelembagaan desa di era digital. Ia mengingatkan agar kemajuan teknologi informasi tidak membuat masyarakat desa kehilangan identitas aslinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelembagaan saat ini terjalin melalui dukungan teknologi informasi. Namun, sebagai masyarakat desa, kita tidak boleh melupakan jati diri. Kemakmuran dan keberhasilan pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan kita sendiri, meskipun kehadiran pemimpin yang adil akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan," ujar Dedi.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Dedi memaparkan tiga pilar utama yang wajib dijaga oleh masyarakat desa demi keberlanjutan bangsa: sumber energi, pangan, dan spiritualitas.

"Menjaga sumber energi berarti menjaga mata air, pepohonan, gunung, sawah, sungai, dan muara. Politik bisa mengalami fluktuasi, tetapi ketika sumber air, hutan, dan pangan tetap terjaga, maka Indonesia akan senantiasa kuat dan berjaya," katanya.

Terkait sektor pendidikan, Dedi menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ia berharap kehadiran jaksa di tingkat desa dapat memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.

"Dengan adanya Jaksa Jaga Desa, pengawasan akan semakin kuat sehingga program-program pemerintah bisa tepat sasaran," kata Dedi.

Senada dengan hal tersebut, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan ABPEDNAS bertujuan memperkuat fungsi preventif dalam pengelolaan dana desa. Ia menegaskan posisi strategis Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengawal pembangunan agar sesuai koridor hukum.

"Program Jaga Desa bukan untuk mengkriminalisasi aparatur desa, melainkan untuk mendampingi, mengedukasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar semakin baik dan akuntabel," ungkapnya.

Bupati Sumedang, Dony, menilai sinergi ini sebagai langkah besar untuk memastikan program strategis nasional maupun daerah benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput.

"Kegiatan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan, baik yang bersifat strategis nasional maupun program kabupaten, benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai ke tingkat desa," ujar Dony.

Dony memandang desa sebagai fondasi utama kemajuan nasional. Baginya, pembangunan desa tidak hanya soal ketersediaan anggaran, tetapi juga kualitas pendampingan dan transparansi.

"Untuk itulah, Program Jaga Desa bagi kami merupakan program yang sangat visioner. Dalam membangun desa tidak cukup hanya dengan anggaran, tetapi juga memerlukan pendampingan, pengawasan, dan edukasi agar tata kelola pemerintahan desa semakin transparan, akuntabel, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi pendekatan edukatif yang diusung Kejaksaan dan ABPEDNAS. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan dan ABPEDNAS yang telah menghadirkan pendekatan preventif dan edukatif seperti ini sehingga desa semakin kuat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui gerakan Jaga Dapur sebagai investasi sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia.

"Bagi kami, MBG merupakan program yang sangat mulia untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Penyediaan gizi yang baik bagi anak-anak kita adalah investasi jangka panjang guna mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, produktif, dan berdaya saing," tegasnya.

Dony mengajak seluruh pihak untuk mengawal program ini demi kesehatan masyarakat di masa depan. "Mari kita jaga bersama program yang sangat mulia ini. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyukseskannya demi masa depan bangsa," imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Dony kembali memberikan apresiasi pada Program Jaga Indonesia Pintar yang dinilai krusial bagi masa depan generasi muda.

"Program ini sangat luar biasa. Seluruh bantuan pendidikan harus tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang berhak, sehingga anak-anak kita dapat terus bersekolah dan mewujudkan cita-citanya," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads