Seluruh layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Cicaheum resmi dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang mulai Jumat (26/6/2026). Menghadapi perpindahan tersebut, pengelola Terminal Leuwipanjang memastikan seluruh persiapan telah dilakukan agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan normal.
Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, mulai dari penataan jalur bus, ruang tunggu penumpang, hingga fasilitas penunjang lainnya.
"Memang kami mendapatkan informasi dari IG-nya Dishub Kota Bandung bahwa per hari ini sudah ditutup total (Terminal Cicaheum). Kami di sini, Leuwipanjang, dari jauh-jauh hari sudah menyiapkan tempat pengetemannya dan jalur keberangkatannya, baik tempat istirahat penumpang, lounge-nya segala macam, jauh-jauh hari sudah kami siapkan," kata Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Asep, proses perpindahan armada dari Terminal Cicaheum hampir sepenuhnya telah rampung. Saat ini sekitar 90 persen perusahaan otobus (PO) sudah mulai beroperasi dari Terminal Leuwipanjang.
"Memang yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang itu, bus Cicaheum itu sudah banyak, sudah hampir 90 persen dan yang lainnya akan menyusul di awal bulan, seperti City Trans itu awal bulan tanggal 2, Goodwill sudah masuk terakhir kemarin," ujarnya.
"Yang lainnya sisa empat sampai lima PO yang memang belum masuk, yang total semuanya sekitar 20 PO yang sudah masuk ke Terminal Leuwipanjang yang dari Cicaheum," lanjutnya.
Untuk menghindari kepadatan di dalam terminal, pengelola menerapkan sistem pengaturan waktu kedatangan bus. Setiap armada hanya diperbolehkan masuk sesuai jadwal keberangkatan.
"Dan itu kita atur jadwalnya sesuai jam keberangkatan masing-masing. Jadi bus itu sebelum jadwalnya, tidak masuk terminal, supaya Terminal Leuwipanjang tidak padat, sehingga kita atur jadwalnya, yang berangkatnya pagi hari di jam 9 ya masuk jam 9 untuk mengambil penumpang. Jadi tidak berlama-lama di Terminal Leuwipanjang untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di terminal," ujarnya.
Selain kesiapan di dalam terminal, Asep memastikan sosialisasi kepada masyarakat juga telah dilakukan jauh sebelum kebijakan pemindahan diberlakukan. Informasi mengenai trayek yang sebelumnya berangkat dari Cicaheum kini telah disampaikan kepada calon penumpang.
"Memang jauh-jauh hari itu sosialisasi sudah, bahwa Leuwipanjang melayani rute-rute pindahan dari Cicaheum, ke Madura, Wonosobo, maupun ke Bali. Bahkan ke yang terbaru itu ke Pekanbaru, Aerobus sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat," jelas Asep.
Bagi masyarakat yang sebelumnya terbiasa berangkat dari Terminal Cicaheum, Asep memastikan akses menuju Terminal Leuwipanjang juga telah didukung oleh berbagai moda transportasi penghubung.
"Bilamana ada penumpang biasanya (berangkat) dari Cicaheum kayak dari Dago, sudah ada MGT (Metro Trans Jabar) yang dipersiapkan, sejauh-jauh hari sudah beroperasional. Terus ada Damri, TMB yang Cicaheum-Leuwipanjang. Jadi tidak kesulitan untuk masuk ke Terminal Leuwipanjang karena banyak angkutan yang memang menghubungkan antara Cicaheum, Bandung Raya ke sini," tuturnya.
Karena itu, Asep mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan pemindahan seluruh layanan bus ke Terminal Leuwipanjang. Ia memastikan seluruh fasilitas hingga sistem pemesanan tiket telah siap melayani penumpang.
"Imbauan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bandung, umumnya Jawa Barat, bahwa dengan ditutupnya Terminal Cicaheum dan armadanya beralih ke Leuwipanjang, jangan khawatir kami di sini dari segi kenyamanan, dari segi ketepatan keberangkatan, sarana-prasarana sudah kami siapkan," pungkasnya.
(bba/dir)
