Sebanyak 42 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur mengalami masalah usai nekat berangkat dan bekerja di Timur Tengah. Mirisnya lagi, PMI tersebut ternyata berstatus ilegal atau berangkat secara nonprosedural.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Deny Widya Lesmana, mengatakan PMI yang bermasalah mencapai puluhan kasus per tahun.
Pada 2025 tercatat ada 67 kasus PMI bermasalah. Sedangkan di tahun ini, tepatnya hingga 29 Juni 2026 mencapai 42 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu bisa lebih banyak. Pasalnya dalam setengah tahun saja sudah hampir sama dengan jumlah kasus di tahun lalu," ujar dia, Senin (29/6/2026).
Menurut dia, hampir seluruh PMI yang bermasalah merupakan PMI ilegal.
"Mayoritasnya PMI ilegal. Tidak melalui jalur pemberangkatan resmi. Tidak tercatat juga di Disnakertrans. Seperti halnya yang ramai sekarang, PMI asal Ciranjang. Itu juga pemberangkatannya nonprosedural atau ilegal," kata dia.
Dia menjelaskan, para PMI tersebut melapor terkait masalah penganiayaan, tindak kekerasan, gaji yang tidak dibayar, hingga masalah lainnya.
"Kebanyakan kasusnya soal haji dan menjadi korban penganiayaan," kata dia.
Deny menjelaskan, para PMI yang bermasalah tersebut tetap ditangani oleh Disnakertrans Cianjur, terutama kaitan pemulangan ke tanah air.
"Tetap kami bantu proses pemulangannya. Tapi untuk hak-haknya biasanya cukup sulit, berbeda dengan yang berangkat secara prosedural akan lebih mudah karena ada kekuatan hukum dalam unsur ketenagakerjaannya," kata dia.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak terperdaya oleh pihak yang menawarkan bekerja di luar negeri, terutama di kawasan Timur Tengah.
"Jangan tergiur dengan gaji besar di tengah naiknya dolar Amerika atau iming-iming lainnya. Tempuh prosedur resmi jika memang akan berangkat bekerja ke luar negeri. Dan perlu diingatkan lagi jika pemberangkatan PMI ke Timur Tengah masih moratorium, jadi jangan mau percaya jika ada yang menjanjikan bisa memberangkatkan bekerja di sektor non formal di Timur Tengah," kata dia.
(yum/yum)
