Inovasi AI di Dapur Makan Bergizi Gratis Bandung Barat

Inovasi AI di Dapur Makan Bergizi Gratis Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 02 Jul 2026 22:30 WIB
Petugas SPPG Karyawangi KBB Cek Sistem AI yang Mereka Gunakan
Petugas SPPG Karyawangi KBB Cek Sistem AI yang Mereka Gunakan (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Implementasi Kecerdasan Buatan (AI) kini merambah tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyawangi di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu unit yang mengadopsi teknologi ini untuk mengoptimalkan layanan operasional dan administrasi.

Kepala SPPG Karyawangi, Arlan Hardi, menjelaskan bahwa AI diintegrasikan ke dalam sistem layanan pelanggan. Dengan teknologi ini, setiap pertanyaan maupun laporan dari masyarakat dapat direspons secara otomatis oleh sistem tanpa bergantung pada operator manual.

"Kan banyak yang bertanya soal menu sampai pengaduan, nah bisa menghubungi hotline kita dan dijawab oleh AI. Itu sudah terintegrasi dengan sistem di pusat, melalui website dan WhatsApp kita," kata Arlan saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menangani layanan aduan, AI juga digunakan untuk menyusun komposisi menu, penjadwalan distribusi, edukasi gizi, hingga sistem dokumentasi. Digitalisasi ini membuat seluruh alur kerja menjadi lebih terstruktur dan efisien bagi para petugas di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Jadi relawan dan petugas SPPG ini bisa fokus ke pengawasan mutu makanan, distribusi, sampai evaluasi operasional dapur. Kita enggak terlalu disibukkan oleh administrasi dan menjawan aduan karena sudah dibantu oleh AI itu tadi," ujar Arlan.

Langkah digitalisasi ini mulai diintensifkan sejak awal 2026, meski SPPG Karyawangi sendiri baru resmi beroperasi pada September 2025. Selain mengandalkan AI, pengelola juga mengedepankan transparansi melalui siaran langsung di media sosial TikTok untuk berinteraksi langsung dengan publik mengenai standar pengelolaan dapur.

"Ini bentuk dari keterbukaan kita juga kepada masyarakat. Kita justru dengan senang hati kalau ada masyarakat yang ingin bertanya tentang kondisi dan cara kerja dapur kami, karena mungkin kalau datang langsung ke dapur segan, atau kurang puas kalau cuma chat ke CS kami," tutur Arlan.

Memasuki masa libur sekolah pada awal Juli ini, aktivitas distribusi SPPG dihentikan sementara. Jeda operasional ini dimanfaatkan oleh tim untuk melakukan pemeliharaan fasilitas, perbaikan bangunan, serta evaluasi internal secara menyeluruh.

"Ya kita perawatan bangunan, penambahan dan menyempurnakan fasilitas, kemudian pastinya evaluasi internal. Itu yang penting, sehingga saat kembali beroperasi, semua sudah lebih baik," kata Arlan.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads