Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan mudik ke wilayah Sukabumi pada Idulfitri 1447 H, kesiapan infrastruktur jalan kini menjadi sorotan utama.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi terus mematangkan berbagai jalur utama, alternatif, hingga jalur wisata guna menjamin kelancaran arus dengan mengusung misi 'Mudik Aman Keluarga Bahagia'.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi Uus Pirdaus memaparkan kewenangan jalan kabupaten mencakup total panjang 1.347,56 km. Berdasarkan data terbaru, kondisi jalan yang masuk kategori mantap mencapai 62,41% atau sepanjang 841,1 km. Sementara itu, terdapat 506,5 km atau 37,59% jalan dalam kondisi tidak mantap yang terus dikejar penanganannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, kondisi jalan kabupaten terdiri dari jalan baik sepanjang 344,1 km (25,53%), kondisi sedang 497,0 km (36,88%), rusak ringan 281,6 km (20,90%), dan rusak berat sepanjang 224,9 km (16,69%).
"Rencana penanganan jalan untuk tahun 2026 keseluruhan sepanjang 60,76 km, penanganan terbanyak berupa rekonstruksi jalan rusak berat sepanjang 22,69 km," ujar Uus Pirdaus dalam keterangan yang diterima detikJabar, Selasa (17/3/2026).
Strategi dan Jalur Prioritas Mudik
Menghadapi arus mudik 1447 H, Dinas PU menerapkan strategi perbaikan cepat meliputi penambalan lubang (patching), perbaikan lapisan permukaan aspal, hingga penanganan titik rusak yang berpotensi mengganggu lalu lintas.
Selain itu, dilakukan pembersihan drainase untuk mencegah genangan air serta perapihan bahu jalan demi keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah ruas jalan kabupaten yang menjadi perhatian menjelang Operasi Ketupat 2026 meliputi :
- Wilayah Palabuhanratu: Ruas Jalan Ahmad Yani sedang dilakukan rekonstruksi sepanjang 311 meter beton badan jalan. Selain itu, Jalan Djaenudin sepanjang 6,8 km mendapat pemeliharaan berkala sepanjang 380 meter.
- Wilayah Cicurug: Ruas alternatif Tenjoayu-Purwasari (5,03 km) dilakukan pemeliharaan berkala sepanjang 2,37 km. Sementara ruas Warungceuri-Purwasari (3,34 km) ditangani sepanjang 1,28 km.
- Wilayah Cibadak: Ruas Cibadak-Nagrak sepanjang 4,25 km ditangani oleh PT Waskita sebagai jalur mobilisasi konstruksi Tol Bocimi. Sedangkan ruas Karangtengah-Sinagar sepanjang 4,8 km akan dilanjutkan penanganannya setelah libur Idul Fitri.
- Jalur Pariwisata: Ruas Batas Kota Salabintana (4,5 km) mendapat pemeliharaan rutin sepanjang 1,85 km. Untuk ruas Jalan KH Zezen ZA (3,8 km), dilakukan pemeliharaan rutin sepanjang 2,85 km.
Operasional Tol Bocimi Seksi 3
Kelancaran mudik juga akan didukung oleh jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 berdasarkan diskresi kepolisian. Jalur masuk fungsional hanya satu arah melalui barrier gate temporary Jalur A di KM 73+150 (STA 26+200).
Untuk akses keluar utama diarahkan melalui Overpass Karangtengah (KM 178+200) dengan jarak akses sekitar 1,3 km. Tersedia juga jalur alternatif keluar di KM 74+550 melalui Jalan Dermaga sepanjang 5 km hingga bertemu Simpang 3 Pasar Nagrak.
Guna mengantisipasi hambatan dan bencana, Dinas PU menyiagakan personel di 8 wilayah UPTD, yakni Sukabumi, Cibadak, Cicurug, Palabuhanratu, Jampang Tengah, Jampang Kulon, Sagaranten, dan Ciemas.
Lokasi alat berat disiagakan secara strategis untuk percepatan penanganan darurat bersama UPTD PU wilayah, yaitu:
- Satu unit alat berat di UPTD Benglat Pangleseran
- Satu unit alat berat di wilayah Palabuhanratu.
Seluruh pengerjaan di ruas prioritas tersebut ditargetkan fungsional dan selesai sebelum arus mudik dimulai agar masyarakat dapat melintas dengan nyaman.
(sya/sud)
