Momen libur sekolah menjadi berkah bagi pengusaha oleh-oleh di destinasi wisata Pangandaran. Terutama para mereka perajin asin jambal roti.
Selama momen libur sekolah, asin jambal roti menjadi salah satu oleh-oleh dengan permintaan tinggi. Bahkan, salah satu perajin mengaku telah habis puluhan ton selama sepekan terakhir.
Namun, bukan tidak mungkin terjadi masalah. Salah satu kendala ketika permintaan tinggi yaitu sulitnya bahan baku ikan lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengusaha asin jambal roti, Maryati mengatakan perputaran uang dari hasil jualan saat libur sekolah meningkat berkali lipat. Ketika hari biasa, dirinya mengaku hanya menghabiskan dua hingga lima ton ikan dari seluruh pedagang atau perajin yang ada.
"Kalau hari libur mah kita di Pangandaran bisa sampai habis 20 ton dari seluruh penjual atau pedagang," kata Maryati saat berbincang dengan detikJabar, Rabu (8/7/2026).
Kendati demikian, kata dia, permintaan pasar tengah meroket, para perajin jambal roti mengaku kewalahan karena stok ikan lokal jenis kadukang atau yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai ikan mentega sedang mengalami kekosongan total dari nelayan setempat.
Ikan kadukang lokal merupakan bahan baku kasta tertinggi (premium) karena menghasilkan tekstur jambal roti yang paling gurih dan empuk. Akibat kelangkaan ini, harga jambal roti mentega premium melonjak tajam di pasaran.
"Kalau yang mentega sekarang lagi langka, barangnya ada juga sedikit harganya sampai Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram," terangnya.
Sementara untuk jambal roti jenis biasa (non-mentega), harga jual ke wisatawan kini dipatok di kisaran Rp120.000 per kilogram, menyusul kenaikan harga bahan baku sekitar Rp3.000 per kilogram.
Untuk menyiasati kekosongan ikan kadukang lokal dan menjaga agar dapur produksi tetap mengepul, para pedagang terpaksa mengambil alternatif dengan mendatangkan ikan manyung dari luar daerah, seperti Jakarta dan kawasan pantai utara (Pantura).
Meski demikian, Maryati tidak menampik adanya perbedaan kualitas yang cukup kentara. Ikan kadukang lokal dinilai jauh lebih unggul dari segi rasa karena diproses langsung oleh para perajin dalam keadaan segar tanpa melalui proses pembekuan es yang lama, berbeda dengan ikan pasokan luar daerah yang umumnya sudah dibekukan.
"Selain itu, keunggulan jambal roti khas Pangandaran terletak pada proses pengolahan tradisionalnya yang murni skala rumahan dan bebas dari bahan pengawet kimia. Proses pembuatan jambal roti sendiri memakan waktu yang cukup panjang, yakni sekitar satu minggu dari tahap pengolahan awal hingga produk siap dipasarkan," tutupnya.
(sud/sud)
