Kasus dugaan love scam yang menyeret nama Heric, warga keturunan Kamerun yang beralamat di Cirebon, kembali mencuat. Korban asal Surabaya bernama Widiastuti atau Wiwie mengaku mendapat tawaran uang damai sebesar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp180 juta dari pihak keluarga terduga pelaku.
Padahal, Wiwie mengaku mengalami kerugian sekitar Rp2,1 miliar dalam peristiwa yang ia sebut terjadi di Jakarta pada 14 Januari 2025.
"Saya adalah korban penipuan dan perampokan sebesar Rp2,1 M yang dilakukan oleh Heric Simphorein Mbouya," ucap Wiwie di Cirebon, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wiwie, tawaran damai tersebut disampaikan dengan sejumlah syarat, mulai dari pencabutan laporan polisi hingga penghentian berbagai upaya yang selama ini dilakukannya untuk mencari keadilan.
"Tawaran perdamaian itu disampaikan lewat pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum, tetapi meminta penyelesaian satu paket termasuk pencabutan laporan kepolisian untuk kasus perampokan yang menimpa saya itu," kata Wiwie.
Wiwie menegaskan dirinya menolak tawaran tersebut. Ia menilai jumlah uang yang ditawarkan jauh dari nilai kerugian yang dialaminya.
"Bagaimana mungkin perampok itu mengambil uang saya sekitar Rp2,1 M dan meminta perdamaian dengan hanya mengembalikan 10.000 US (10.000 dolar AS) atau sekitar Rp180 juta saja?" ujarnya.
Kasus yang dialami Wiwie sebelumnya sempat mencuat dengan dugaan modus love scam. Wiwi mengaku dirinya dibawa ke Jakarta dengan membawa uang miliknya. Namun di tengah perjalanan, ia mengaku menjadi korban perampokan.
"Fakta yang saya alami adalah saya ini merasa saya terkena gendam atau hipnotis atau sebagian orang mendefinisikan bahwa kejahatan tersebut bernama love scam. Saya mengumpulkan uang saya Rp2,1 M dan saya dibawa ke Jakarta dan dalam perjalanan ternyata kemudian uang itu dirampok oleh Heric dengan skenario yang membuat saya ketakutan dan linglung," katanya.
Wiwie mengatakan dirinya mengenal Heric sekitar empat bulan sebelum peristiwa tersebut terjadi. Selama masa perkenalan itu, keduanya disebut telah bertemu sekitar tujuh kali.
"(Kenal) sekitar empat bulan. Kalau pertemuan sekitar tujuh kali," ujarnya.
Menurut Wiwie, peristiwa yang dialaminya terjadi di Jakarta pada 14 Januari 2025. Setelah kejadian tersebut, kata dia, Heric melarikan diri ke Malaysia.
"Perampokan terjadi pada tanggal 14 Januari 2025. Kejadiannya di Jakarta. Kemudian Heric melarikan diri ke Malaysia pada 21 Januari 2025," ujarnya.
Wiwi mengungkapkan pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum istri Heric sempat menyampaikan tiga permintaan sebagai syarat perdamaian.
Selain meminta laporan polisi dicabut, mereka juga meminta unggahan terkait kasus tersebut di media sosial dihapus dan tidak ada lagi upaya komunikasi maupun tuntutan terhadap keluarga terduga pelaku.
"Jelas saya menolak. Apa pun bagi saya keadilan adalah keadilan. Yang saya perjuangkan selama ini adalah hak saya wajib dikembalikan. Uang Rp2,1 M itu adalah hasil keringat saya bekerja dan itu harus dikembalikan," tegasnya.
Terkait hal ini, Wiwie meminta perlindungan hukum bagi dirinya dan anaknya. Ia berharap aparat penegak hukum hingga instansi terkait dapat membantu mempercepat penanganan perkara tersebut.
"Saya memohon perlindungan dan kepedulian negara kepada saya. Saya mohon atensinya sebagai warga negara. Uang saya dirampas secara kejam dan sudah 1,5 tahun saya berjuang dengan sekuat tenaga," pungkasnya.
Sebelumnya, kasus yang menimpa Wiwie ini sempat mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM itu menyebut terduga pelaku telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.
"Kami sudah memahami masalah tersebut dan sudah berkoordinasi dengan tim pengacara Jabar Istimewa. Tersangkanya kabur di Malaysia dan sudah masuk DPO Mabes Polri," kata Dedi Mulyadi.
Dedi pun berharap terduga pelaku dapat segera ditemukan dan kasus tersebut bisa segera diselesaikan. "Semoga DPO-nya segera ditemukan dan kasus ini segera selesai," ucapnya.
Simak Video "Video: 137 Napi Jalankan Aksi 'Love Scamming' dari dalam Rutan Kotabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)