Sekolah Rakyat Kaliwadas Tampung 90 Siswa Kota Cirebon

Sekolah Rakyat Kaliwadas Tampung 90 Siswa Kota Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Rabu, 01 Jul 2026 23:30 WIB
Ilustrasi Sekolah Rakyat
Ilustrasi Sekolah Rakyat (Foto: dok. Kemensos)
Cirebon -

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, bersiap menerima peserta didik dari berbagai daerah mulai Juli 2026. Kota Cirebon menjadi salah satu wilayah yang mengirimkan siswanya dengan kuota sebanyak 90 orang.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon, Agus Syahron, mengungkapkan bahwa keterbatasan fasilitas di Kota Cirebon menjadi alasan penggabungan ini. Sesuai instruksi pemerintah pusat, calon siswa dari kota akan menempuh pendidikan di fasilitas milik Kabupaten Cirebon.

"Karena situasi dan kondisi Sekolah Rakyat di Kota Cirebon tidak memungkinkan untuk menampung lagi, maka sesuai arahan kementerian nanti digabung dengan Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Cirebon, di Kaliwadas," kata Agus di Kota Cirebon, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuota 90 siswa tersebut dibagi rata untuk tiga jenjang pendidikan, yakni masing-masing 30 kursi untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.

ADVERTISEMENT

"Sesuai arahan kementerian, kita dapat untuk SD 30 siswa, SMP 30 siswa, dan SMA 30 siswa. Jadi 90 siswa," ujarnya.

Agus menambahkan, Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon ini juga akan menampung pelajar dari Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Sementara itu, wilayah Indramayu telah memiliki lokasi Sekolah Rakyat sendiri.

"Jadi nanti di sana itu ada yang dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Kalau Indramayu ada sendiri," kata dia.

Dalam proses rekrutmen, Dinsos Kota Cirebon bekerja sama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjaring calon siswa dari keluarga prasejahtera, terutama yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2.

"Kita merekrut masyarakat Kota Cirebon melalui pendamping PKH. Kita lakukan penjaringan dan asesmen, terutama untuk desil 1 dan desil 2," katanya.

Verifikasi lapangan terus dilakukan berdasarkan daftar awal (prelist) dari Kementerian Sosial. Langkah ini diambil untuk memastikan keakuratan data serta kesediaan orang tua dan calon siswa dalam mengikuti program tersebut.

"Dari Kementerian Sosial itu sudah ada prelist-nya. Kemudian kita lakukan asesmen, sekaligus memastikan anaknya bersedia tidak dan orang tuanya mau tidak," ucap Agus.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah mematangkan persiapan teknis operasional yang dijadwalkan mulai berjalan pada bulan ini. Fokus utama meliputi kesiapan tenaga pendidik, fasilitas asrama, hingga pemeriksaan kesehatan calon siswa guna menjamin kelancaran kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads