MBG Ubah Hidup Pencari Paku di Sungai Majalengka

MBG Ubah Hidup Pencari Paku di Sungai Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 17:00 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi Makan Siang Gratis (Antara Foto/Andry Denisah)
Majalengka -

Aksi demonstrasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Kabupaten Majalengka. Ratusan massa menggelar unjuk rasa dengan mendatangi kantor DPRD hingga Pendopo Kabupaten Majalengka, Selasa.

Sebelumnya, aksi serupa juga berlangsung pada Kamis (2/7). Dalam aksi kali ini, massa kembali menyuarakan dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan.

Di tengah orasi yang bergema, sosok Yogasworo (43) menarik perhatian. Warga Majalengka itu berdiri bersama massa sambil membawa harapan agar program yang kini menjadi tempatnya bekerja tidak berhenti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yogasworo menyampaikan, kehidupannya berubah sejak bekerja di dapur MBG. Sebelum itu, ia menganggur dan hanya mengandalkan pekerjaan serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

ADVERTISEMENT

"Sebelum saya bekerja di MBG itu, saya pengangguran. Kadang ada pekerjaan serabutan, kadang jadi kuli bangunan, kadang mencari paku di kali dari sampah. Itu fakta," kata Yogasworo saat diwawancarai detikJabar, Rabu (8/7/2026).

Ia mengaku, program MBG menjadi titik balik bagi kehidupannya. Pendapatan yang sebelumnya sangat minim kini meningkat sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dengan adanya program MBG, kalau buat saya pribadi sangat haru. Ini asli dari hati saya yang paling dalam. MBG sangat membantu buat saya pribadi dan keluarga saya. Apa pun yang terjadi tentang MBG, saya selalu mendukung dan berdoa semoga program ini terus berjalan dengan lancar," ujarnya.

Yogasworo bercerita, saat masih mencari paku bekas di sungai, penghasilannya hanya berkisar Rp4 ribu hingga Rp8 ribu dalam sehari. Kini, setelah bekerja di dapur MBG, ia bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu per hari.

"Dulu waktu mencari paku dari kali ke kali, per hari paling dapat Rp4.000 sampai Rp8.000. Sekarang alhamdulillah sehari bisa dapat Rp100 ribuan," ungkapnya.

Pria yang memiliki dua anak itu mengaku, kehidupan keluarganya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

"Pasti sangat menderita waktu masih kerja serabutan. Tapi sekarang alhamdulillah anak istri saya ikut bahagia. Kebutuhan keluarga juga lebih terpenuhi," tuturnya.

Di dapur MBG, Yogasworo bekerja sebagai petugas pencuci ompreng atau wadah makanan yang digunakan untuk mendistribusikan menu kepada para penerima manfaat.

"Saya di MBG bagian cuci ompreng. Sangat membantu buat pribadi saya. Bahkan buat semua orang, khususnya yang tidak mempunyai pekerjaan, pasti sangat membantu," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads