Polres Cianjur buka posko laporan untuk masyarakat yang menjadi korban dugaan arisan paket lebaran bodong. Pasalnya dari dua kecamatan tercatat ada 400 orang menjadi korban, sedangkan diduga jaringan arisan menyebar ke beberapa kecamatan lain di Cianjur.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui ada korban berasal dari dua kecamatan yakni Cibeber dan Cilaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sekitar 400 orang yang menjadi korban. Dengan kerugian ditaksir per orang dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 2 juta," kata dia, Kamis (19/3/2026).
Namun, lanjut dia, korban yang sudah melapor mengungkapkan jika ada korban lain dari beberapa kecamatan, bahkan hingga ke Cianjur Selatan.
"Arisan paket lebaran ini sudah berjalan belasan tahun. Sehingga kemungkinan memang jumlah peserta yang menjadi korban ini lebih banyak lagi tidak hanya 400 orang," ujarnya.
Menurut dia, untuk menghimpun data pasti jumlah korban, Polres Cianjur bakal membuka posko laporan.
"Iya kami akan buka posko laporan. Silakan masyarakat yang merasa menjadi korban arisan paket lebaran ini untuk melapor. Sehingga nanti juga terhitung pasti berapa korban dan nilai kerugian keseluruhannya," ungkapnya.
Dia juga menyebut saat ini DS (43), bos arisan paket lebaran sudah dibawa ke Mapolres Cianjur untuk diperiksa dan diminta keterangan terkait kasus arisan paket lebaran.
"Bos arisan paket lebaran sudah di Mapolres Cianjur. Tengah dimintai keterangan untuk proses penyelidikan. Statusnya masih terlapor, kami tengah lakukan penyelidikan untuk menetapkan tersangkanya nanti," kata dia.
Dia menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara diketahui jika bos arisan tersebut juga memiliki utang lebih dari Rp 1 miliar, sehingga tidak dimungkinkan untuk menggunakan asetnya mengganti kerugian korban.
"Bos arisan paket lebaran ini sudah menjalankan bisnisnya sejak belasan tahun lalu. Diketahui jika selama ini sistem gali lobang tutup lobang. Karena tidak ada pemasukan lagi, sehingga paket lebaran tahun ini tidak terealisasikan. Uang jelas kami akan segera tetapkan tersangka dan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ratusan warga geruduk rumah milik bos arisan paket lebaran di Kampung Cijati, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu (18/3/2026). Pasalnya diduga pekat program paket arisan tersebut bodong, lantaran para peserta tak kunjung mendapatkan paket berupa sembako hingga beberapa hari menjelang lebaran Idul Fitri 2026 ini.
Ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Cilaku dan Cibeber tersebut berbondong-bondong datang dengan mobil wara-wiri serta sepeda motor ke rumah bos arisan paket lebaran tersebut.
Sesampainya di sana, para korban langsung melampiaskan amarah dengan menagih paket sembako yang harusnya sudah diterima. Beruntung kepolisian segera tiba di lokasi sehingga warga tidak anarkis.
Papat Fatimah, peserta arisan asal Kecamatan Cilaku, mengaku dirinya mengikuti arisan paket lebaran sejak beberapa tahun lalu, bahkan di tahun ini dia mengikuti paket senilai Rp2.200.000.
Ia mengatakan, para korban sudah beberapa kali menanyakan kejelasan paket tersebut, namun tidak mendapat kepastian.
"Udah dua kali nanyain, yang pertama datang jawabannya tanggal 28, terus bilang katanya H-3 lebaran. Nah sekarang pas didatangi bareng korban lainnya, jawabannya uangnya gak ada," jelasnya.