Luka di Balik Senyum Evita, Kisah Introvert Dikhianati Tetangga gegara AI

Luka di Balik Senyum Evita, Kisah Introvert Dikhianati Tetangga gegara AI

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 08 Mei 2026 15:30 WIB
Evita Rahayu korban copycat di Sukabumi
Evita Rahayu korban copycat di Sukabumi (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Di balik ruang sidang Pengadilan Negeri Cibadak yang dingin, Evita Rahayu (31) mencoba tetap tegar. Kemenangan gugatan perdata senilai Rp 485 juta yang baru saja diraihnya memang menjadi penawar duka, namun bekas luka akibat pengkhianatan orang terdekat tidak bisa hilang begitu saja.

Bagi wanita yang sehari-hari bekerja sebagai karyawati swasta di kawasan Halim, Jakarta ini, kasus copycat yang menimpanya adalah sebuah mimpi buruk digital yang menjadi nyata.

Evita mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang sedikit introvert. Ia bukan tipe orang yang gemar mengumbar kehidupan pribadi kepada sembarang orang. Lingkaran dunianya hanya sebatas keluarga dan teman-teman terdekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, justru sikapnya yang tertutup itu menjadi bahan pergunjingan panas di lingkungan kerjanya sejak awal Februari 2026. Semuanya bermula dari bisik-bisik di koridor kantor.

ADVERTISEMENT

Evita bercerita, tiba-tiba saja ada rekan kerja yang memanggilnya dengan sebutan "Risma". Nama yang asing dan sama sekali bukan miliknya.

Puncaknya terjadi saat ia sedang menikmati makan siang di kantin kantor. Di sana, ia harus menelan pil pahit mendengar hinaan fisik yang ditujukan kepada sosok anak yang muncul di akun TikTok palsu @mouzaa_95.

"Pas makan siang ada yang bilang, 'Ih anaknya mah hitam, guys'. Mereka mengira anak yang di TikTok itu adalah anak saya, padahal saya sendiri masih lajang," kenang Evita dengan suara bergetar.

Kenyataan pahit mulai terungkap satu per satu. Pelaku di balik akun palsu tersebut ternyata adalah Ratna Sumirat, seorang saudara jauh yang juga tetangganya sendiri.

Evita tidak pernah menyangka bahwa izin yang ia berikan kepada Ratna untuk bertamu ke rumahnya justru disalahgunakan secara licik.

Selama ini, Ratna diam-diam merekam aktivitas Evita. Mulai dari saat Evita sedang bersantai di dalam rumah, hingga momen ketika ia sedang mengendarai mobil atau motor. Evita yang polos mengira rekaman itu hanyalah dokumentasi biasa antar-saudara, tanpa menaruh curiga sedikit pun.

Namun, di tangan Ratna, potongan-potongan video itu berubah menjadi identitas palsu yang berlapis. Dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI), wajah Evita dimanipulasi sedemikian rupa.

Ia dibuat seolah-olah menjadi sosok Rismawati Dewi, seorang perawat yang bekerja di sebuah Puskesmas lokal. Bahkan, yang paling menyakitkan bagi Evita adalah saat mengetahui wajahnya ditempelkan pada foto-foto syur hasil editan AI demi memancing pria-pria di media sosial.

Runtuhnya Kepercayaan Investor

Dampak dari ulah Ratna menjalar hingga ke urusan profesional. Nama baik yang dibangun Evita bertahun-tahun runtuh dalam sekejap. Seorang investor yang awalnya sudah sepakat untuk menanamkan modal sebesar Rp 400 juta dalam bisnis miliknya, mendadak mundur teratur.

Investor tersebut mengaku tidak lagi percaya setelah melihat akun TikTok yang mencitrakan Evita sebagai sosok penipu.

"Investor mencabut modal itu karena sudah tidak percaya lagi. Mereka menganggap saya punya kelakuan buruk di media sosial. Investasi ratusan juta itu melayang begitu saja," ungkapnya dengan nada kecewa.

Meski pelaku sempat datang ke rumah untuk meminta maaf, Evita memilih untuk menutup pintu damai dan tetap menempuh jalur hukum. Baginya, langkah hukum paralel baik perdata maupun pidana bukan hanya soal uang ganti rugi, melainkan upaya untuk memulihkan martabat dan harga dirinya yang telah diinjak-injak oleh sebuah pengkhianatan digital.

Kini, melalui putusan pengadilan, Evita ingin membuktikan bahwa diamnya seorang introvert bukan berarti lemah saat menghadapi ketidakadilan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads