Ai Juariah (58) alami kondisi memprihatinkan usai diberangkatkan bekerja secara ilegal ke Libya. Namun keberadaan 'sponsor' di balik keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur itu kini misterius.
Ujang Suryana (42), suami Ai, mengatakan istrinya berangkat menjadi PMI ke Libya usai difasilitasi oleh sponsor atau calo yang rumahnya tak jauh dengan tempat tinggal Ujang serta Ai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berangkatnya melalui 'sponsor', orang Ciranjang. Setelah persyaratan diselesaikan, langsung berangkat. Proses awalnya saya tidak tahu, karena diurus sendiri, dibantu sponsor tersebut. Tahunya sudah jelang keberangkatan," kata dia, Selasa (30/6/2026).
Setelah 14 bulan bekerja di Libya, Ai mulai meminta untuk pulang. Puncaknya, Ai yang kelelahan bekerja lantaran harus mengurus dua rumah sekaligus sendirian mengalami kecelakaan kerja.
"Tiga Minggu lalu kirim video yang sekarang viral. Karena bekerja dalam keadaan sakit, jadi pingsan kemudian kena meja kaca. Pecahan kacanya mengenai kepala sampai berdarah. Dari situ ngotot ingin pulang, sudah tidak kuat," kata dia.
Ujang mengaku sudah berusaha untuk menemui sponsor yang memberangkatkan Ai. Tetapi rumahnya sudah kosong.
"Ketika datang sudah kosong. Katanya sudah tujuh bulan pergi dari rumahnya. Bahkan ada kabar banyak PMI lain yang nasibnya serupa terus mencari dan meminta pertanggungjawaban, makanya (pihak sponsor) kabur dari rumah," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan polisi tengah mencari keberadaan sponsor yang memberangkatkan PMI Ai.
"Kita akan kejar untuk dimintai pertanggungjawaban. Keberadaannya masih kami cari," kata dia.
Di sisi lain, Wakil Ketua Federasi Buruh Migran Nusantara, Ali Hildan mengatakan dari hasil penelusurannya, dalam kasus Ai ada empat orang yang terlibat.
"Bukan hanya yang sponsor di Ciranjang yang terlibat. Ada tiga orang lainnya. Semuanya sponsor mandiri. Mereka saling bekerjasama untuk memberangkatkan PMI Ai, jadi harus dikejar semuanya jangan hanya satu orang," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Video Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur dengan wajah bersimbah darah meminta pertolongan Presiden Prabowo dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi viral. Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan PMI ke Timur Tengah itu diduga alami luka lantaran terus bekerja dalam kondisi sakit.
Dalam video berdurasi 59 detik, itu perempuan yang berasal dari Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu tampak menangis meminta pertolongan.
Wajahnya pun dipenuhi darah yang mengalir dari bagian atas kepalanya. Bahkan pakaiannya pun dipenuhi darah yang terus keluar dari lukanya.
(sud/sud)
