Penyidikan kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat (30) terhadap kekasihnya, YTR (29), memasuki babak baru. Taufik menjalani rekonstruksi secara tertutup di Mapolda Jabar.
Lokasi rekonstruksi dipusatkan di Gedung Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jabar, Kamis (2/7) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berikut fakta-fakta baru dalam kejadian ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik Datang Sejak Pagi
Taufik Hidayat tiba di lokasi rekonstruksi sejak pagi hari. Saat digiring dari Gedung Tahti ke Gedung PPA dan PPO, Taufik dijaga ketat oleh tim penyidik.
Taufik mengenakan pakaian tahanan berwarna merah, lengkap dengan jaket dan peci berwarna putih.
Taufik tak banyak bicara saat digiring ke Gedung Direktorat Reserse PPA dan PPO. Ia hanya mengaku siap mengikuti jalannya rekonstruksi.
"Sehat, siap," kata Taufik kepada wartawan.
Rekonstruksi Digelar untuk Ungkap Fakta Kasus
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari mengatakan, rekonstruksi digelar untuk mengetahui fakta utuh dalam kasus ini.
"Dalam rangka untuk menyesuaikan bukti dan fakta peristiwa, rangkaian utuh bisa kita lihat, pra sudah, hari ini kita akan lakukan rekonstruksi," katanya kepada awak media.
Alasan Rekonstruksi Digelar di Mapolda Jabar
Disinggung mengapa rekonstruksi digelar di Polda dan bukan di lokasi kejadian (TKP), Rumi menyebutkan hal itu diputuskan karena alasan keamanan. Apalagi, TKP dalam kejadian ini tersebar di enam lokasi berbeda.
"Kita melihat situasi, tempat, ini bukan satu TKP, tapi ini ada beberapa TKP, terutama dari sisi keamanan, apalagi itu tempat kos, kita harus menimbang keamanan dan kenyamanan penghuni kos dan pemilik kos," ungkapnya.
Rumi menyebutkan, rekonstruksi digelar di dalam gedung. "Rekonstruksi dilakukan untuk enam tempat, rekon di dalam, tidak di luar," ujarnya.
Penyiksaan Dilakukan di 3 TKP
Rumi menyatakan bahwa seluruh rangkaian peragaan adegan berjalan tanpa kendala dan tersangka bersikap kooperatif.
"Tadi rekonstruksi sudah berjalan dengan baik, lancar, alhamdulillah tidak ada penolakan dari tersangka dan tersangka mengakui semua perbuatannya di 6 TKP," kata Rumi.
Rumi menjelaskan, meski terdapat enam Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kasus ini, penyidik memfokuskan rekonstruksi pada tiga titik yang dianggap paling krusial.
"Dari 6 TKP yang kami rekonstruksikan dan kita sudah sepakati bersama, adalah di TKP 3, 5, dan 6. Tiga TKP itulah yang menjadi central point penting terjadinya penganiayaan dan penyekapan. Kalau TKP 1 dan 2 memang terjadi, satu belum, yang kedua masih ya penganiayaan ringan, tampar-tampar gitu. Tapi mulai TKP 3, 5, dan 6 di situ mulai terjadi penganiayaan berat," ungkapnya.
Disekap di TKP 3-6
Lebih lanjut, Rumi menyebutkan bahwa tindakan penyekapan terhadap korban mulai dilakukan tersangka sejak berada di lokasi ketiga.
"Kalau TKP 3 itu sudah mulai terjadi penyekapan sampai TKP terakhir di TKP 6," tambahnya.
Ada 21 Adegan
Seluruh lokasi kejadian tersebut tersebar di wilayah Bandung Timur, mulai dari kawasan Cicaheum, Cilengkrang, hingga Cileunyi. Dalam agenda ini, tersangka memperagakan puluhan adegan yang menggambarkan kronologi kekerasan tersebut.
"Total tadi 21 adegan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Taufik Hidayat Minta Maaf dan Menyesal"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
