Kronologi Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Dipicu Ucapan Rasis?

Kronologi Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Dipicu Ucapan Rasis?

Tim detikSport - detikJabar
Selasa, 21 Apr 2026 11:18 WIB
Fadly Alberto Hengga
Fadly Alberto Hengga (Foto: Dok. Istimewa/IG Bhayangkara FC)
Jakarta -

Faldy Alberto Hengga kembali menjadi sorotan. Pemain muda yang bersinar di Piala Dunia U-17 bersama Timnas Indonesia, terancam sanksi berat akibat tendangan melayang ke pemain lawan.

Sebelumnya, sepakbola Indonesia usia dini digegerkan dengan kericuhan di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20. Ada nama eks pemain Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 yang terseret.

Kejadian itu viral di media sosial. Duel di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (19/4/2026), mempertemukan Dewa United dan Bhayangkara FC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laga itu, Bhayangkara FC kalah 1-2 dari Dewa United. Gol Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, yang hanya bisa dibalas sekali oleh Bhayangkara FC melalui gol Aqilah Lussnah.

Selepas laga, terjadi kericuhan di lapangan. Akun Instagram Seasia Goal membagikan video yang memperlihatkan pemain Bhayangkara FC melakukan tendangan kungfu ke arah leher pemain Dewa United.

ADVERTISEMENT

Dari akun lain, tampak pula pemain Bhayangkara FC yang diduga Fadly Alberto, sedang melakukan tendangan ke arah pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.

Tendangan Kungfu dan Ancaman Karier

Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Pemain Bhayangkara melakukan tendangan kungfu ke arah perut pemain Dewa United setelah laga.Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Pemain Bhayangkara melakukan tendangan kungfu ke arah perut pemain Dewa United setelah laga. Foto: Dok. Dewa United

Akibat peristiwa tersebut, Fadly Alberto kini terancam sanksi berat. Dalam kericuhan di Semarang, Fadly Alberto menjadi salah satu terduga pelaku tendangan ke pemain Dewa United.

Pihak Dewa United juga menyebut tiga nama lain sebagai pelaku kekerasan. Salah satu pelaku yang disebut oleh Firman Utina adalah pelatih kiper Bhayangkara FC, Ferdiansyah.

Dalam foto yang beredar di media sosial, Fadly Alberto melakukan tendangan pada pemain yang ada di bench Dewa United.

Kini, sanksi tegas menanti Fadly Alberto dan pemain Bhayangkara FC lain yang melakukan kekerasan. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Kairul Anwar, mengungkapkan hal tersebut.

"Komdis pasti akan merunut pada Kode Disiplin PSSI 2025. Ofisial, perangkat pertandingan, dan pemain akan didalami sebagai bagian dari kejadian ini. Yang jelas, Komdis tidak akan melihat siapa pemain ini, tapi siapa yang melakukan, pasti akan disanksi tegas," kata Kairul seperti dikabarkan detikJateng.

"Itu ranah badan yudisial, tapi kalau melihat kejadian itu berpotensi larangan bermain dalam jangka waktu tertentu, bisa 1 tahun lebih. Tapi semua kembali ke Komdis," kata dia menambahkan.

Dicoret dari Timnas U-20

Pelatih timnas U-20, Nova Arianto turut berkomentar atas tindakan tercela yang dilakukan Fadly beserta pemain lainnya.

Nova sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, perilaku kekerasan tak selayaknya ada dalam sebuah pertandingan. Apalagi, peristiwa tersebut terjadi dalam gelaran EPA yang bertujuan membina pemain belia.

"Melihat yang terjadi di Pertandingan EPA U20 pastinya menjadi kejadian yang sangat disayangkan dan pastinya apapun situasi dan alasannya kejadian itu bukan menjadi contoh yang baik untuk di contoh pemain lainnya," tulis Nova Arianto dalam unggahan Instagramnya seperti dilihat detikJatim, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan bahwa kini dirinya tengah menelisik siapa saja pemain timnas usia muda yang terlibat dalam kejadian. Menurutnya, para pemain akan mendapat konsekuensi atas kebrutalan yang dilakukan.

"Saat ini Kami sedang mencoba mencari tau apa yang menyebabkan kejadian itu bisa terjadi dan seandainya benar ada pemain Timnas Usia Muda yang terlibat pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan karena sudah seharusnya pemain Timnas Usia Muda memberikan contoh yang baik kepada pemain lainnya," imbuhnya.

Atas kejadian itu, Nova berpesan kepada seluruh pihak untuk menghormati segala hal yang terjadi dalam sebuah pertandingan. Ia berharap, insiden ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Selalu Respect dengan apapun yang berada di lapangan dan semoga menjadi pembelajaran bersama agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali," pungkasnya.

Bhayangkara U-20: Fadly Alberto Dapat Perlakuan Rasis

Sementara itu, manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pandu Pamungkas, mengungkap pihaknya menyayangkan insiden itu terjadi di sepakbola usia muda. Namun, dia menuturkan berdasarkan keterangan pemain, aksi brutal itu dipicu oleh dugaan perlakuan rasis yang diterima di lapangan.

"Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi," ungkap Yongky di Semarang, Senin (20/4/2026).

"Dari pengakuan Beto (Fadly Alberto) sendiri, dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Dia dikatakan, mohon maaf, hitam atau apa segala macam. Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain di video viral itu. Tapi sebelum itu, pemain Dewa pun juga melakukan tendangan seperti yang dilakukan Beto," ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya menegaskan tidak membenarkan tindakan tersebut.

Striker Timnas U-16 Fadly Alberto HenggaStriker Timnas U-16 Fadly Alberto Hengga Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

Menurutnya, aksi itu tidak mencerminkan nilai sportivitas, terlebih dalam kompetisi usia muda.

"Sekali lagi kami tidak membenarkan tindakan pemain kami. Itu jelas tidak baik, apalagi ini level pembinaan," tegasnya.

Yongki juga menegaskan bahwa jajaran pelatih tidak terlibat dalam kericuhan, melainkan berupaya meredam situasi.

Bahkan, pelatih kiper timnya disebut turut menjadi korban saat mencoba melerai. Usai pertandingan, kedua tim sempat berkomunikasi dengan baik.

Meski demikian, pihak Bhayangkara memastikan akan melakukan evaluasi internal terhadap insiden tersebut, termasuk memberikan pembinaan kepada pemain yang terlibat.

"Saat ini kami melakukan evaluasi internal terlebih kepada pemain termasuk Beto. Kita tanya kenapa kamu seperti ini, kita ajak diskusi. Kita tetap akan memberikan pembinaan secara khusus, bagaimanapun juga itu pemain kami yang kami bina dari usia dini," jelasnya.

Fadly Alberto Minta Maaf

Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, meminta maaf atas tendangan kungfunya ke pemain Dewa United. Ia mengatakannya di media sosial.

"Assalamualaikum warrohmatullahi Wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," kata Fadly Alberto Hengga di Instagram-nya, Senin (20/4) malam.

"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis. Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," ucap Fadly.

"Dan untuk Timnas Indonesia saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Timnas Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," kata Fadly menambahkan.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads