Profil Yaya Sithole, Pemain Pertama yang Diusir Wasit Piala Dunia 2026

Profil Yaya Sithole, Pemain Pertama yang Diusir Wasit Piala Dunia 2026

Baban Gandapurnama - detikJabar
Jumat, 12 Jun 2026 10:11 WIB
MEXICO CITY, MEXICO - JUNE 11: Referee Wilton Sampaio issues a red card to Sphephelo Sithole #13 of South Africa during the FIFA World Cup 2026 Group A match between Mexico and South Africa at Mexico City Stadium on June 11, 2026 in Mexico City, Mexico. (Photo by Kevin C. Cox/Getty Images)
Wasit Wilton Sampaio memberikan kartu merah kepada Sphephelo 'Yaya' Sithole saat laga Grup A Piala Dunia FIFA 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City. (Foto: Getty Images/Kevin C. Cox)
Bandung -

Sphephelo 'Yaya' Sithole, gelandang kelahiran Durban berusia 27 tahun yang kini membela klub Portugal CD Tondela, resmi mencatatkan sejarah kelam sebagai pemain pertama yang diusir wasit di Piala Dunia 2026.

Pemain yang memperkuat tim nasional Afrika Selatan ini menerima kartu merah langsung pada laga pembuka Grup A melawan tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat (12/6/2026) waktu Indonesia. Berikut adalah rincian peristiwa, landasan aturan, dan dampak dari insiden kartu merah perdana tersebut.

Profil dan Jejak Karier Yaya Sithole

Di level internasional, kontribusi Sithole tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak debutnya bersama tim nasional Afrika Selatan-yang dijuluki Bafana Bafana-pada tahun 2022, ia telah menjadi jangkar pertahanan yang tak tergantikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Identitas Lengkap: Memiliki nama asli Sphephelo S'Miso Sithole, lahir di Durban (beberapa sumber menyebut Ulundi) pada 3 Maret 1999.
  • Karier Klub: Ia menimba ilmu di akademi Sporting CP sebelum melakukan debut profesional bersama B-SAD di Liga Portugal pada 2020. Saat ini, ia berstatus pemain CD Tondela dan sempat dipinjamkan ke Gil Vicente.
  • Pilar Timnas: Sithole merupakan bagian penting dari skuad Bafana Bafana yang sukses meraih peringkat ketiga pada Piala Afrika 2023.

Kronologi Kartu Merah di Menit ke-49

Yaya Sithole menjadi pemain pertama yang mendapatkan kartu merah langsung pada Piala Dunia 2026 setelah menjatuhkan penyerang Meksiko.

  • Serangan Balik Cepat: Memasuki menit ke-49 babak kedua, penyerang Meksiko Brian Gutierrez berhasil meloloskan diri dari jebakan offside dan meluncur deras menuju kotak penalti.
  • Pelanggaran Fatal: Sithole yang kalah langkah berusaha mengejar dari tengah lapangan. Tepat sekitar satu meter di depan garis kotak penalti, ia menabrak Gutierrez hingga terjatuh.
  • Vonis Wasit: Wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, langsung meniup peluit tanda pelanggaran dan tanpa ragu mencabut kartu merah langsung untuk Sithole dari sakunya. Wasit pun mengusir Yaya dari lapangan.
MEXICO CITY, MEXICO - JUNE 11: Sphephelo Sithole of South Africa (L) fights for the ball with Brian Gutierrez of Mexico (R) during the FIFA World Cup 2026 Group A match between Mexico and South Africa at Mexico City Stadium on June 11, 2026 in Mexico City, Mexico. (Photo by Alejandro Espino/Eurasia Sport Images/Getty Images)Sphephelo 'Yaya' Sithole (Foto: Getty Images/Eurasia Sport Images)

Mengenal Istilah DOGSO

Keputusan cepat dan tegas yang diambil oleh wasit Wilton Sampaio bukanlah tanpa landasan hukum yang kuat.

ADVERTISEMENT
  • Landasan Hukum: Keputusan kartu merah langsung tersebut diambil berdasarkan Hukum IFAB 12 yang dikenal dengan istilah DOGSO (Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity).
  • Definisi: Aturan ini mewajibkan wasit mengusir pemain bertahan yang menggagalkan peluang bersih lawan untuk mencetak gol secara ilegal.
  • Konteks Kejadian: Sithole dianggap sebagai orang terakhir yang mampu menghentikan Gutierrez yang sudah dalam posisi satu lawan satu dengan kiper.

Secara harafiah, DOGSO didefinisikan sebagai tindakan ilegal dari seorang pemain bertahan yang menggagalkan peluang bersih mencetak gol yang dimiliki oleh pemain lawan. Untuk menjatuhkan sanksi kartu merah langsung melalui DOGSO, seorang wasit harus mempertimbangkan empat parameter utama:

  1. Jarak antara lokasi pelanggaran dan gawang: Insiden terjadi sangat dekat, hanya satu meter di depan kotak penalti.
  2. Arah permainan secara keseluruhan: Bola dan pergerakan penyerang mengarah langsung ke tengah gawang.
  3. Kemungkinan menguasai atau mengontrol bola: Brian Gutierrez memiliki kontrol penuh atas bola sebelum dijatuhkan.
  4. Posisi dan jumlah pemain bertahan lainnya: Yaya Sithole dinilai sebagai orang terakhir di lini pertahanan, di mana bek lain tidak memiliki kesempatan realistis untuk menyapu bola sebelum Gutierrez melepaskan tembakan.

Dengan terpenuhinya keempat aspek tersebut secara mutlak, keputusan kartu merah langsung dari Wilton Sampaio merupakan penegakan aturan yang sangat presisi.

Rentetan Blunder dan Hasil Akhir Pertandingan

Bagi Yaya Sithole, kartu merah di awal babak kedua ini melengkapi malam yang ingin segera ia lupakan.

  • Kesalahan Menit Ke-9: Sebelum diusir, Sithole melakukan blunder di awal laga saat kehilangan bola di area pertahanan sendiri. Bola direbut Erik Lira dan berujung pada gol pembuka Meksiko oleh Julian Quinones.
  • Kekurangan Pemain: Bermain dengan 10 orang membuat Afrika Selatan pincang dan semakin tertekan oleh dominasi tuan rumah.
  • Skor Akhir: Meksiko menutup laga dengan kemenangan 2-0 setelah Raul Jimenez mencetak gol tambahan di babak kedua. Laga ini juga mencatatkan rekor total tiga kartu merah untuk kedua tim.

Kekalahan ini menempatkan Afrika Selatan di posisi juru kunci sementara Grup A, sekaligus memberikan pekerjaan rumah yang luar biasa berat bagi tim kepelatihan untuk membangkitkan mentalitas bertanding anak asuhnya tanpa kehadiran jangkar andalan mereka, Yaya Sithole, di laga berikutnya.




(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads