Menikmati Kesejukan Bendungan Matras, Destinasi Alternatif Pangandaran

Menikmati Kesejukan Bendungan Matras, Destinasi Alternatif Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Jumat, 15 Mei 2026 11:31 WIB
Bendungan Matras Pangandaran
Bendungan Matras Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Pangandaran -

Bendungan Matras di Desa Sukahurip, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran menjadi surga tersembunyi di balik keindahan wisata bahari. Jaraknya 3 km dari Bundaran Marlin.

Bendungan milik pemerintah itu kini dikelola oleh masyarakat setempat menjadi destinasi wisata alternatif. Wisatawan lokal menjadi pengunjung utama ke bendungan ini.

Lantaran belum banyak orang yang menjelajahi tempat ini, wisatawan lokal mendominasi kunjungan ke Bendungan Matras. Aksesnya yang belum memadai membuat jalan masuk ke situ harus ekstra hati-hati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar mencoba mengunjungi destinasi wisata Bendungan Matras pada Rabu (13/5/2026) siang pukul 13.00 WIB. Melewati Jalan Babakan lalu belok kiri ke Sukahurip sekitar 2 km. Pada jalan utama di desa tersebut sudah beraspal, namun saat mendekati jalan masuk ke Matras aksesnya mulai dicor dan mendekati lokasi masih beralaskan tanah.

ADVERTISEMENT

Sekilas, suasana di Bendungan Matras cukup asri, jalan setapak menjadi penanda bahwa lokasi tersebut masih dilewati warga lokal. Kawasan itu kini sudah dilengkapi fasilitas mulai dari toilet, saung tempat duduk, musala, dan warung-warung kecil.

Berjalan sejauh 300 meter ke tepian Sungai Sukahurip, pemandangan bendungan besar menghadirkan suasana menenangkan. Aliran air dari hulu ke hilir menciptakan alunan alam yang alami.

Meskipun airnya tampak surut, aliran sungai syahdu dan panorama alam pepohonan membuat nyaman ketika tinggal di sana. Ditambah area untuk melakukan aktivitas berenang cukup nyaman karena sungainya masih dangkal.

Salah satu pengelola, Jumha (73), mengatakan Wisata Matras ini sebetulnya sudah pernah menjadi tempat berlibur. Namun, semenjak COVID-19 lama vakum karena berbagai hal. "Alhamdulillah pada tahun 2025 kemarin aktivitasi kembali dan kini ramai," ucap Jumha saat berbincang dengan detikJabar.

Menurutnya, tidak ada retribusi masuk, hanya untuk bayar kebersihan dan parkir saja seikhlasnya. "Cuman untuk parkir Rp 3.000 sepeda motor dan mobil Rp 10.000," ucapnya.

Salah satu wisatawan, Ardi Ardiansyah mengatakan, ia bermain ke Matras siang hari untuk mengajak keluarga makan bareng. "Ya ini ngaliwet bakar-bakaran, besok kan libur panjang. Main disini dulu saja sekarang mah," ucap Ardi.

Menurutnya aktivitas berenang di sekitar bendungan cukup ramah bagi wisatawan karena airnya tidak terlalu dalam.

Halaman 2 dari 2
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads