Viral Lansia Kelelahan Sulit Dapat Bantuan di Borobudur, Pengelola Minta Maaf

Viral Lansia Kelelahan Sulit Dapat Bantuan di Borobudur, Pengelola Minta Maaf

Eko Susanto - detikJateng
Sabtu, 03 Jan 2026 18:02 WIB
Keindahan bangunan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Sabtu (26/7/2025).
Candi Borobudur. Foto: dok detikJateng
Magelang -

Viral di media sosial terkait sulitnya pengunjung lanjut usia (lansia) mendapat bantuan kendaraan di Candi Borobudur. Terkait dengan kejadian tersebut, pihak pengelola buka suara.

Video tersebut diunggah dalam akun instagram @jalanbarengarief pada Kamis (1/1). Hingga Sabtu (3/1) sekitar pukul 16.32 WIB unggahan telah disukai 19,3 ribu netizen dan mendapat 2.020 komentar.

Adapun dalam video tersebut, memperlihatkan seorang pengunjung lansia perempuan yang terlihat kecapekan saat berjalan di kompleks Candi Borobudur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kejadian tanggal 1 Januari. Awalnya, dari keresahan pribadi. Saya melihat, ibu-ibu sama anaknya, tapi anaknya sudah cukup tua. Dari jauh kesusahan (jalan yang lansia) dan katanya nanya petugas juga, katanya tinggal jalan sedikit keluar," kata pemilik akun @jalanbarengarief, Arief Firmansyah, saat dihubungi detikJateng, Sabtu (3/1/2025).

"Tapi si ibu, kelihatan beberapa kali berhenti juga. Akhirnya, terus dia (lansia perempuan) duduk, saya samperin. 'Ibu kenapa nggak naik (mobil listrik)'. Saya lihat kesusahan, saya samperin, anaknya menjelaskan. Saya minta bantuan ke petugas lain," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Pengunjung lansia saat berjalan di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (1/1/2026).Pengunjung lansia saat berjalan di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (1/1/2026). Foto: Dok Tangkapan Layar Instagram @jalanbarengarief

Saat itu, katanya, bertemu dengan salah seorang security untuk meminta tolong untuk diantarkan mobil golf atau lainnya. Namun, demikian saat itu tidak bisa.

"Terus motor pun (sepeda motor) tidak boleh masuk untuk menjemput. Ditawarkan ambulans, tapi kalau (kondisi) sudah parah baru bisa. Saya terus menghubungi pihak customer service Borobudur, malah ngoper ke lapangan lagi," ujarnya.

"Sedangkan saya sudah berbicara dengan petugas lapangan, nggak tahu apa-apa. Petugas lapangan juga berpesan, 'Dari kita juga nggak ada protokol begitu, saya juga nggak bisa (memberi kewenangan)'," bebernya.

Setelah itu, katanya, telepon kembali pihak customer service. Kemudian, lansia tersebut dijemput dengan motor.

"Tapi, itu butuh waktu cukup lama sampai ke tempat shuttle. Kalau kejadiannya awal rekam pukul 14.57 WIB, saya melihat. Kalau saya minta bantuan pertama kali di jam 15.06 WIB," ujar dia.

"Bahan evaluasi pihak Borobudur bisa inklusif untuk beberapa kalangan prioritas seperti ibu hamil, lansia dan juga disabilitas," tambahnya.

Ia menambahkan, pihak pengelola harusnya menyediakan force majeure skala medium.

"Terus juga agar inklusivitas tetap terasa saja kepada yang lainnya termasuk kaum-kaum disabilitas, lansia dan juga para ibu hamil," tegasnya.

"Petugas ada (siap). Ada penanganan untuk hal-hal disabilitas, lansia dan juga ibu hamil. Mereka harus diberi pelatihan untuk fokusnya lebih ke prioritas ini," tambahnya.

Pengelola Minta Maaf

Sementara itu, terkait dengan video viral tersebut, pihak PT InJuorney Destination Management (IDM) atau PT TWC menyampaikan permohonan maaf.

"Kami mohon maaf atas keterlambatan respons dari tim kami di video tersebut dan terima kasih atas masukan yang telah disampaikan," kata Corporate Secretary Group Head IDM, Destantiana Nurina.

Desta, begitu sapaannya mengatakan, hal tersebut menjadi masukan yang sangat penting bagi pihaknya.

"Karena kebutuhan khusus untuk lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak adalah hal yang penting dan tidak dapat ditunggu. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami harus memperbaiki sistem yang berlaku untuk memberikan bantuan secara cepat tanggap bagi mereka yang membutuhkan," sambung Desta.

Pihaknya menambahkan, Candi Borobudur merupakan destinasi yang menjunjung prinsip inklusivitas.

"Berbagai fasilitas pendukung bagi kelompok prioritas telah disediakan, seperti kursi roda yang tersedia di simpul gate, Manohara Borobudur Cultural Center, dan pusat informasi," ujarnya.

"Kendaraan listrik (EV) gratis untuk umum dan prioritas bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta anak-anak yang berkeliling pada jam operasional (06.00 - 18.00 WIB). Ambulans yang bersiaga di pos layanan kesehatan dan kantor unit pengelola," beber Desta.

Ke depan, katanya, akan memastikan agar seluruh informasi mengenai ketersediaan fasilitas dapat terkomunikasikan dengan lebih jelas. Baik baik kepada tim internal maupun kepada pengunjung guna menghadirkan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan.

"Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mas @jalanbarengarief atas kepedulian dan inisiatif yang telah ditunjukkan. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang semakin responsif, khususnya bagi wisatawan prioritas seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Puluhan Bhikkhu Jalan Kaki Bali-Borobudur Bawa Misi Damai Waisak 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads