5 Fakta Baru Syafiq Ali Pendaki Tewas di Gunung Slamet Usai 17 Hari Hilang

Round-Up

5 Fakta Baru Syafiq Ali Pendaki Tewas di Gunung Slamet Usai 17 Hari Hilang

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 16 Jan 2026 07:03 WIB
Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026).
Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026). Foto: dok. detikJateng
Solo -

Pemuda 18 tahun bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, yang sempat dilaporkan hilang pada 28 Desember 2025 saat mendaki Gunung Slamet, ditemukan dalam kondisi tewas usai 17 hari dicari. Jenazahnya kemudian dievakuasi dan dibawa lewat Purbalingga.

1. Pertimbangan Jarak Lebih Dekat

Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang, Handika, menerangkan awalnya jasad Syafiq Ali bakal dibawa turun lewat basecamp Dipajaya Pemalang. Namun, rute evakuasinya lantas dialihkan ke basecamp Gunung Malang Purbalingga.

Ia menjelaskan perubahan jalur itu diambil selain karena jarak yang lebih dekat, posisi regu penolong tidak terlalu jauh dari jalur Gunung Malang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, untuk terkini yang tadinya survivor diturunkan melalui jalur Dipajaya, tapi ada perubahan dari teman-teman yang di atas itu kita alihkan ke jalur Gunung Malang," kata Handika saat dihubungi detikJateng, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

"Karena gini pertimbangannya, jalur lebih dekat, survivor dan tim penolong ini juga tidak terlalu jauh. Kurang lebih sampai sini tiga jam," tambahnya.

2. Dibawa ke RS Purbalingga

Tim relawan gabungan yang mengevakuasi jenazah Syafiq Ali tiba di Gunung Malang pukul 14.25 WIB. Jenazah langsung dibawa ke RS Purbalingga untuk dilakukan visum.

Pantauan detikJateng di lokasi, sejumlah warga turut menyambut kedatangan jenazah Syafiq Ali di Gunung Malang, Desa Serang, kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Kapolsek Pulosari, Iptu Bambang, berkata jenazah korban akan diperiksa oleh tim dari Polres Purbalingga.

"Nanti dari pos Gunung Malang diidentifikasi Polres Purbalingga. Kemudian akan dibawa ke Rumah Sakit Gutomo Purbalingga. Intinya yang menangani sesuai dengan TKP-nya nanti Purbalingga," kata Bambang.

Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026).Jenazah pendaki Gunung Slamet berhasil dievakuasi lewat Gunungmalang, Purbalingga, Kamis(16/1/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

3. Ayah Syafiq Ali Ikhlaskan Kepergian Putranya

Ayah Syafiq Ali, Dani Rusman, menyaksikan dengan tegar momen jenazah putranya dievakuasi dari titik penjemputan di ambulans.

Sebelumnya, Dani mengaku sudah mengikhlaskan kepergian anaknya.

"Puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena ini semuanya tentunya atas izin Allah dan juga kerja keras dari tim relawan, tim SAR gabungan, dan seluruh pihak, baik dari masyarakat, kedinasan, maupun swasta. Juga dukungan doa dari masyarakat Indonesia hingga mancanegara," kata Dhani saat diwawancarai detikJateng.

Ia mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para pendaki, yaitu agar selalu meminta izin dan restu orang tua serta mempersiapkan pendakian dengan matang.

"Harapan saya ini menjadi yang pertama dan terakhir, sebagai pembelajaran bagi kita semua. Pendaki harus betul-betul mendapatkan izin orang tua," tegasnya.

Selama proses pencarian Syafiq Ali yang berlangsung sekitar dua pekan, keluarganya hanya bisa berdoa dan berikhtiar. Dhani mengaku terharu dengan perjuangan para relawan dan warga Desa Clekatakan yang tanpa lelah membantu pencarian.

"Mereka bekerja dengan tulus ikhlas, pagi, siang, malam, hujan, badai, terus mencari anak kami. Kami sangat berterima kasih kepada kepala desa, para sesepuh, dan seluruh warga," ucapnya.

Terkait rencana autopsi, Dhani menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Kami sudah ikhlas lahir batin. Ini murni musibah kecelakaan, tidak ada kaitan dengan siapapun. Kami hanya ingin mengetahui perkiraan waktu meninggalnya untuk penentuan tahlil," tuturnya.

4. Diperkirakan Sudah Meninggal Selama 15 Hari

Jenazah Syafiq Ali kemudian menjalani pemeriksaan di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Dokter yang menangani pemeriksan, dr Gunawan, mengungkap kondisi tampak luar jenazah Ali sudah dikerumuni belatung.

"Kami tadi melakukan pemeriksaan autopsi luar. Dari hasil pemeriksaan luar itu yang pertama jenis kelamin laki-laki. Kemudian kami lakukan pemeriksaan dari kepala sampai anggota gerak paling bawah, yang pertama kita temukan adalah jenazah ini sudah dikerumuni belatung," kata dr Gunawan kepada awak media.

Ia menjelaskan, pada bagian kepala, leher, dada, hingga perut tidak ditemukan tanda-tanda luka atau jejas.

"Di bagian kepala tidak terdapat jejas, lalu leher, dada dan perut juga tidak ada. Namun setelah kita periksa di bagian tulang paha kiri itu patah," ujarnya.

Berdasarkan kondisi jenazah dan perkembangan belatung, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua pekan sebelum pemeriksaan dilakukan.

"Diperkirakan itu kurang lebih 15 hari (meninggal dunia) dari saat pemeriksaan ini. Kita lihat dari patokan belatungnya," jelasnya.

Meski demikian, dr Gunawan menegaskan pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban karena pemeriksaan yang dilakukan baru sebatas autopsi luar.

"Penyebab pastinya (meninggal dunia) tidak bisa ya, karena saya hanya memeriksa dari hasil pemeriksaan luarnya. Insyaallah tidak ada (tanda-tanda penganiayaan)," tegasnya.

5. Beri Kesempatan bagi Ibunda Melihat Syafiq Ali untuk Terakhir Kalinya

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menuturkan pihaknya sudah menjemput Syafiq Ali ke Purbalingga.

Catur menambahkan, persiapan di rumah duka sudah matang. Rencananya setelah jenazah datang akan disalatkan dan dimakamkan di Permakaman Sidotopo.

"Rencananya sampai di rumah duka, ibunya (Ali), Bu Utari bisa melihat yang terakhir kalinya. Kami sudah koordinasi dengan Mas Dani (ayah Ali) yang di sana," ujarnya.

"Untuk peti tidak ditutup rapat dulu, akan dibuka dulu biar ibunya bisa melihat yang terakhir kali. Baru nanti dibawa ke masjid untuk salatkan, langsung dibawa ke makam Sidotopo," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads