Momen Maling Elpiji Dihajar Massa hingga Kabur Tinggalkan Motor di Semarang

Momen Maling Elpiji Dihajar Massa hingga Kabur Tinggalkan Motor di Semarang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 21 Jan 2026 17:01 WIB
CCTV kejadian pencurian tabung gas 3 kg di Jalan Cumi-cumi Raya, Kelurahan Bandarharjo, Minggu (18/1) sekitar pukul 02.30 WIB.
CCTV kejadian pencurian tabung gas 3 kg di Jalan Cumi-cumi Raya, Kelurahan Bandarharjo, Minggu (18/1) sekitar pukul 02.30 WIB. (Foto: dok. Tata/warga)
Semarang -

Kejadian pencurian tabung LPG 3 kilogram (kg) terjadi di Jalan Cumi-cumi Raya, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Pelaku sempat dihajar massa namun berhasil kabur.

Kejadian pencurian itu terjadi di gudang milik Painah (71), Minggu (18/1). Tetangga Painah, Tata (34), mengatakan korban memang merupakan agen LPG sehingga memiliki banyak stok tabung LPG.

"Itu di gudang LPG, korbannya memang agen LPG," kata Tata saat dihubungi detikJateng, Rabu (21/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian, seorang warga berteriak sehingga terjadi keramaian dan warga langsung mengejar pelaku. Pelaku pun sempat dipukuli dan motornya tertinggal.

"(Pelaku sempat dihajar massa?) Benar. Motornya benar tertinggal, jadi BB (barang bukti) dibawa polisi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Tata menduga pelaku beraksi sendirian. Pelaku mengambil tabung gas menggunakan motor dan langsung membawa banyak tabung gas dalam sekali angkut menggunakan beronjong.

"Sekali angkut bisa banyak. Dikira warga saat itu belum sempat mencuri, rupanya itu sudah balik ke empat kalinya," ujarnya.

"Pas ketahuan itu (pelaku) mau mencuri belanjaan yang depan rumah. Yang mau dicuri itu mendengar grasak-grusuk di luar rumah. Keluar langsung adu cekcok," lanjutnya.

Ketika pelaku hendak kabur, warga langsung berteriak 'maling'. Warga lain sempat mengira ada tawuran.

"Warga mengira tawuran. Karena lokasi tersebut akhir-akhir ini sering terjadi tawuran. Karena teriakan semakin keras, akhirnya warga keluar rumah, tapi keburu kabur malingnya," kata dia.

Saat itu, kata dia, gudang milik Painah tak ada orang. Painah justru baru mengetahui tabung gasnya dicuri saat ada keramaian warga.

"Yang kehilangan baru menyadari kalau kemalingan setelah melihat ada keramaian, balik ke rumah melihat gudang tidak terkunci, LPG sudah hilang," kata dia.

Korban pun langsung melapor ke Ketua RT dan mengecek CCTV. Karena kebetulan ada polisi yang berpatroli, polisi pun langsung memeriksa TKP.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, AKP Eko membenarkan pelaku meninggalkan motor dan motor sudah disita polisi.

"Betul (motor tertinggal), diamankan sebagai BB proses penyelidikan. Unit sepeda jenis Honda Beat warna putih setrip biru, nopol H 6901 WS. Untuk nopol setelah diidentifikasi nopol palsu," lanjutnya.

Ia menyebut, hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan. Pelaku yang sempat kabur itu hingga kini masih belum tertangkap.

"Sementara belum ada info pelakunya. Apabila ada info terkait pelaku, akan kami sampaikan lagi. Apabila sudah mengamankan pelaku, pasti akan segera kami limpahkan ke Polrestabes Semarang," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi pencurian puluhan tabung gas elpiji 3 kilogram terjadi di wilayah Semarang Utara, Kota Semarang. Pelaku diduga menggondol 34 tabung gas dan sempat dipukuli meski setelah itu kabur.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara AKP Eko membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di Jalan Cumi-cumi Raya, Kelurahan Bandarharjo, Minggu (18/1) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Benar, pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram di wilayah Semarang Utara, milik Painah (71)," kata Eko saat dihubungi detikJateng.

Ia mengatakan, pelaku masuk dengan cara merusak gembok, lalu mengambil puluhan tabung gas elpiji. "Pelaku mengambil tabung gas ukuran 3 kg sebanyak 34 buah dengan total kerugian sekitar Rp 6 juta," jelasnya.




(aku/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads