Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Ini Bacaan Niat, Hukum, dan Waktu Melaksanakannya

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban: Ini Bacaan Niat, Hukum, dan Waktu Melaksanakannya

Anindya Milagsita - detikJateng
Kamis, 22 Jan 2026 23:01 WIB
Ilustrasi sholat tahajud
Ilustrasi sholat Nisfu Syaban. Foto: Gemini AI
Solo -

Sebagai waktu yang dianggap istimewa, Nisfu Syaban bisa dihidupkan oleh kaum muslim dengan berbagai amalan. Salah satunya adalah sholat Nisfu Syaban. Bagaimana cara sholat Nisfu Syaban?

Di dalam bulan Syaban, terdapat momen Nisfu Syaban yang selama ini cukup dinantikan oleh tidak sedikit kaum muslim. Sebab, Nisfu Syaban dianggap sebagai waktu yang penuh dengan keutamaan.

Menukil dari buku 'Sunnah-sunnah Rasul yang Wajib Kamu Tahu' karya Retno Dwi Ningsih, salah satu keutamaan Nisfu Syaban adalah waktu yang mana Allah SWT memperhatikan setiap hamba-Nya. Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya Allah memperhatikan makhluk-makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, maka Allah mengampuni hamba-hamba-Nya, kecuali dua (golongan), yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh dirinya sendiri" (HR. Ahmad).

Untuk itu, ada sejumlah kalangan muslim yang mengisi Nisfu Syaban dengan mengerjakan amalan-amalan tertentu. Termasuk menunaikan sholat Nisfu Syaban. Sebagai acuan, mari simak panduan sholat Nisfu Syaban.

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Hukum shalat Nisfu Syaban masih diperdebatkan, karena tidak ada dalil sahih yang secara khusus mensyariatkan shalat tertentu pada malam tersebut, meski malam Nisfu Syaban dipandang memiliki keutamaan oleh sebagian ulama.
  • Sholat Nisfu Syaban umumnya diisi dengan sholat tasbih, yang dikerjakan sebanyak empat rakaat, dengan dua rakaat satu salam, dan tata caranya serupa dengan sholat sunnah pada umumnya.
  • Niat sholat Nisfu Syaban dapat menggunakan niat sholat Tasbih dengan bacaan, "Ushalli sunnata-t-tasbihi rak'ataini lillāhi ta'ala. Allâhu akbar."

Apa Hukum Sholat Nisfu Syaban?

Untuk diketahui, sholat Nisfu Syaban merupakan ibadah yang salah satunya bersandar pada pandangan Imam al-Ghazali. Sebagaimana dijelaskan dalam buku 'Kumpulan Ceramah dan Doa untuk Berbagai Acara' tulisan Gamal Komandoko, Imam al-Ghazali dalam kitab populer Ihya 'Ulumuddin menyebut malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan syafaat dari Allah SWT.

Sebab, pada malam kelima belas atau Nisfu Syaban, amal kebaikan yang dilakukan oleh kaum muslim akan dicatat oleh Allah SWT. Inilah yang membuat sejumlah kalangan muslim berlomba-lomba mengerjakan amalan baik di malam Nisfu Syaban atau 15 Syaban. Dengan harapan mendapatkan kebaikan dari Allah SWT.

Kendati begitu, mengerjakan sholat yang dikhususkan untuk malam Nisfu Syaban menuai beragam pandangan di kalangan ulama. Sejumlah jumhur ulama menilai, ibadah tersebut tidak memiliki landasan yang kuat.

Menurut buku 'Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW' yang ditulis oleh Ustadz Arif Rahman, hadits-hadits yang menerangkan tentang sholat Nisfu Syaban seratus rakaat termasuk yang maudhu' atau palsu. Hadits tersebut juga dinilai lemah karena tidak bersandarkan pada sunnah-sunnah Rasulullah SAW.

Hal senada juga disampaikan dalam buku karya Abu Hilyah yang bertajuk 'Mudah Belajar Aqidah Islam', apabila mengkhususkan ibadah pada waktu-waktu tertentu, maka diperlukannya dalil yang kuat. Apabila ibadah tersebut tidak sesuai yang disyariatkan, maka dapat menjadi bid'ah. Misalnya saja mengkhususkan sholat atau amalan lainnya di malam Nisfu Syaban. Wallahu a'lam.

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Terlepas mengenai hukum mengerjakan sholat Nisfu Syaban yang masih diperdebatkan, mungkin masih ada sejumlah kaum muslim yang sudah meniatkan untuk melakukannya. Untuk itu, tata cara mengerjakan sholat Nisfu Syaban diperlukan sebagai panduan.

Mengacu dari buku '71 Doa Harian: Disertai Doa-doa Ibadah Lengkap' oleh KHM Yusuf Chudlori, sholat Nisfu Syaban bisa diisi dengan melakukan sholat tasbih. Apa itu sholat tasbih? Sholat tasbih adalah sholat sunnah yang dikerjakan di siang atau malam hari. Ibadah sunnah ini melibatkan bacaan tasbih yang lebih banyak.

Sholat tasbih di malam Nisfu Syaban umumnya dilakukan dalam jumlah empat rakaat dengan cara dua rakaat satu kali salam sebanyak dua kali. Adapun tata cara pengerjaannya serupa dengan sholat sunnah pada umumnya. Namun, ada bacaan surat pendek yang dianjurkan untuk dibaca saat mengerjakan sholat ini. Berikut penjelasannya:

  • Pada rakaat pertama membaca Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan Surat Al-Kafirun.
  • Pada rakaat kedua membaca Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan Surat Al-Ikhlas.

Kemudian melalui buku 'Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar' karya Dra Neni Nuraeni, MAg, diuraikan secara rinci tentang tata cara sholat tasbih di malam Nisfu Syaban. Berikut uraiannya sebagai panduan:

  • Rakaat pertama membaca Surat Al-Fatihah dan surat pendek yang ada di Al-Quran.
  • Sebelum rukuk membaca tasbih sebanyak 15 kali.
  • Ketika rukuk kembali membaca tasbih banyak 10 kali.
  • Saat i'tidal pula bacaan tasbih dilantunkan dalam jumlah 10 kali.
  • Dalam posisi bersujud, kembali membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  • Lalu duduk di antara dua sujud juga diisi dengan membaca tasbih 10 kali.
  • Sujud kedua kembali membaca tasbih 10 kali.
  • Saat hendak berdiri sebelum rakaat kedua, kembali membaca tasbih 10 kali.
  • Lakukan tata cara yang sama untuk rakaat selanjutnya.

Bacaan Niat Sholat Nisfu Syaban

Salah satu sholat sunnah yang bisa dikerjakan di malam Nisfu Syaban adalah sholat tasbih. Ada bacaan niat tersendiri yang perlu dipahami bagi siapa saja yang hendak mengamalkannya. Berikut bacaan niat sholat tasbih yang masih dinukil dari buku 'Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW':

أصلى سنة التسبيح ركعتين الله تعالى. الله أكبر.

Ushalli sunnata-t-tasbihi rak'ataini lillāhi ta'ala. Allâhu akbar.

Artinya: "Saya berniat sholat tasbih dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allah Mahabesar."

Kapan Waktu Sholat Nisfu Syaban?

Menurut buku 'Panduan Sholat Rosulullah 2' karya Imam Abu Wafa, bahwa terdapat sholat sunnah berupa sholat tasbih yang sering kali diamalkan di malam pertengahan bulan Syaban. Hal tersebut dilakukan oleh sebagian kalangan muslim dengan berpegang pada salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib r.a.

Disampaikan bahwa Ali bin Abi Thalib r.a. menyampaikan riwayat Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا، وَصُومُوا نَهَارَهَا ؛ فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرِ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقُ فَأَرْزُقَهُ ؟ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ ؟ أَلَا كَذَا ؟ أَلَا كَذَا ؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

"Apabila sudah sampai pertengahan bulan Syaban maka berdirilah sholat pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya. Sesungguhnya Allah turun pada pertengahan bulan tersebut saat tenggelam matahari ke langit dunia, lalu berfirman, 'Adakah yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rezeki kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya, Adakah yang sakit niscaya Aku akan menyehatkannya dan sebagainya hingga terbit fajar'." (HR. Ibnu Majah Nomor 1388, hadits dhaif jiddan atau maudhu').

Hal senada juga disampaikan buku 'Majmu Syarif dan Al-Ma`tsurat' karya Sulthan Adam, SQ, yang menyampaikan sholat Nisfu Syaban biasanya dilakukan oleh kalangan muslim setelah mengerjakan sholat Maghrib. Adapun sholat yang dikerjakan adalah sholat sunnah tasbih.

Untuk mengetahui tanggal pengerjaan sholat Nisfu Syaban di tahun ini, terdapat kalender Hijriah resmi Kementerian Agama yang bisa dijadikan sebagai acuan. Nisfu Syaban berlangsung pada tanggal 15 Syaban. Namun, malam Nisfu Syaban justru sudah terjadi di hari sebelumnya.

Mengingat pergantian hari dalam kalender Hijriah berbeda dengan Masehi. Pergantian hari penanggalan Hijriah terjadi di saat matahari terbenam atau Maghrib. Inilah mengapa malam Nisfu Syaban sudah akan berlangsung pada 14 Syaban, tepatnya ketika matahari terbenam.

Apabila mengacu dari kalender Hijriah Kemenag, 14 Syaban 1447 H jatuh pada hari Senin, 2 Februari 2026. Artinya, saat matahari terbenam di tanggal tersebut, menandai masuknya tanggal 15 Syaban yang dikenal sebagai malam Nisfu Syaban.

Memahami sholat Nisfu Syaban secara lebih dekat diharapkan dapat memberikan gambaran bagi kaum muslim yang hendak mengamalkannya. Semoga informasi ini membantu.

FAQ tentang Sholat Nisfu Syaban

1. Sholat apa yang biasa dikerjakan saat malam Nisfu Syaban?

Sebagian kalangan muslim mengisi malam Nisfu Syaban dengan sholat sunnah, seperti sholat tasbih. Sholat ini dikerjakan sebagaimana doa sunnah pada umumnya dan disertai bacaan tasbih. Meski demikian, praktik ini bersifat anjuran sebagian ulama dan tidak diwajibkan.

2. Apakah shalat Nisfu Syaban memiliki dalil yang kuat?

Sholat Nisfu Syaban memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama, seperti Imam Al-Ghazali, menyebut malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh keutamaan. Namun, jumhur ulama menilai tidak ada dalil shahih yang secara khusus memperingatkan shalat tertentu di malam Nisfu Syaban.

3. Tanggal berapa sholat Nisfu Syaban dilakukan?

Sholat Nisfu Syaban dikerjakan pada malam tanggal 15 Syaban. Dalam kalender Hijriah, malam tersebut dimulai sejak terbenamnya matahari pada tanggal 14 Syaban hingga terbit fajar keesokan harinya.




(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads