Banjir masih merendam Kampung Cokrah RW 01, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, sejak Sabtu pekan lalu. Kini banjirnya berangsur surut. Meski demikian, ketinggian air di jalanan hingga sore ini masih sekitar lutut orang dewasa.
Pantauan detikJateng di lokasi pukul 17.00 WIB, ketinggian air di jalanan berkisar 30 sentimeter. Adapun hujan masih mengguyur sejak pagi tadi.
"Banjir alhamdulillah sudah surut sekitar 60 sentimeter. Jadi sekarang masih selutut orang dewasa," kata Ketua RW 01 Kelurahan Tirto, Adib, saat ditemui di lokasi, Jumat (23/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adib mengatakan, hujan masih mengguyur wilayahnya. Dia mengimbau warga yang rumahnya belum memungkinkan untuk ditinggali agar tetap bertahan di pengungsian.
"Kami selaku tokoh masyarakat sangat mengkhawatirkan kondisi ini dan mengimbau masyarakat yang rumahnya belum bisa ditempati untuk tetap di pengungsian. Selain itu, kami juga terus memantau kondisi tanggul di sungai yang menjadi penyebab banjir," ujar dia.
Hingga saat ini warga bersama aparat setempat terus memantau kondisi sungai dan tanggul.
Menurut Adib, adanya rumah pompa turut mempengaruhi surutnya genangan banjir. Surutnya banjir juga dimanfaatkan warga untuk bersih-bersih rumah. Sedangkan sebagian anak-anak dan wanita masih bertahan di pengungsian.
"Sejak pagi tadi hujan besar, terus-terusan. Anak istri saya suruh di pengungsian, saya yang pulang untuk bersih-bersih," kata warga setempat, Ranto (39).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan banjir di Kota Pekalongan yang terparah yakni di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat. Sebab, lokasinya dekat dengan Sungai Bremi.
"Saat ini ketinggian air telah menurun. Ya bervariatif, 30-40 cm. Kita gas terus pompa air," kata Budi saat ditemui di kantornya.
Meski begitu, masih banyak warga yang bertahan di pengungsian lantaran intensitas hujan masih tinggi sampai hari ini.
(dil/ams)
