Banjir Bandang Juga Terjadi di Lereng Gunung Slamet Pemalang

Banjir Bandang Juga Terjadi di Lereng Gunung Slamet Pemalang

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 14:46 WIB
Kondisi dampak banjir di Pemalang.
Kondisi dampak banjir di Pemalang. Foto: Dok. Relawan Pemalang.
Pemalang -

Banjir material dari Gunung Slamet terjadi pada Jumat (23/1) malam mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. Sementara ratusan warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Evakuasi dilakukan terhadap para warga yang tinggal di bantaran Sungai Penakir Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Material banjir berupa lumpur, bebatuan besar, kayu gelondongan, dan sampah memporak-porandakan permukiman di Desa Penangkir, Kecamatan Pulosari, Pemalang.

Relawan Komunitas Pemalang Bersatu, Hengky Kurniawan, menyampaikan wilayah perkampungan Sawangan menjadi titik terparah akibat luapan Kali Penakir di Desa Penakir Kecamatan Pulosari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara di Sawangan ada sekitar 10 bagian rumah rusak dan 4 mobil terbawa air," Kata Hengky Kurniawan, melalui pesannya, Sabtu Siang (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Akibat kejadian tersebut, warga terpaksa diungsikan ke kantor Kecamatan Pulosari guna menjamin keselamatan mereka.

Camat Pulosari, Arif Seno Aji, saat dihubungi melalui telepon menjelaskan warga yang bermukim di sekitar aliran Kali Penakir, wilayah Dukuh Karanganyar Desa Nyalembeng telah dievakuasi demi keselamatan.

"Ini yang terdampak arah di Desa Penakir, Nyalembeng dan Gunungsari," Kata Arif.

Menurut Arif, hingga Sabtu siang ini, tercatat sudah ada sekitar 300 orang yang mengungsi, yang dibagi menjadi tiga titik pengungsian, yakni di Kantor Kecamatan, Gedung NU, dan TK Pulosari.

"Ada sekitar 300 warga mengungsi di Kecamatan (kantor kecamatan),Gedung NU, dan TK Pulosari," ucapnya.

Sementara itu, menurut Arif Seno Aji, satu korban yang diduga akibat korban banjir ditemukan tidak bernyawa, terungkap identitasnya.

"Identitas atas nama umur 33 tahun, warga Desa Penakir. Masih di Rumah Sakit Moga," ungkapnya .

Evakuasi dilakukan menyusul banjir luapan kali yang membawa material lumpur dan kayu dari kawasan hutan Gunung Slamet. Material tidak hanya di sungai saja namun meluap ke permukiman warga.

Saat ini, menurutnya, kondisi air sungai berangsur surut. Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan kondisi di lokasi.

"Masing-masing camat juga kita minta untuk standby. Kita di BPBD siap siaga mengantisipasi kemungkinan yang terjadi," kata Agus Ikmaludin.

Saat dikonfirmasi 10 rumah rusak dan 4 mobil terbawa banjir, pihaknya saat ini masih melakukan pendataan dampak dari banjir material Gunung Slamet tersebut.

"Kita saat ini masih melakukan pendataan (terkait dampak banjir)," kata Agus.




(apl/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads