2 Dusun di Lereng Gunung Slamet Purbalingga Terisolir Akibat Banjir Bandang

2 Dusun di Lereng Gunung Slamet Purbalingga Terisolir Akibat Banjir Bandang

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 17:38 WIB
Kondisi kerusakan permukiman warga yang diterjang banjir bandang dengan dengan membawa material kayu di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/1/2026).
Kondisi kerusakan permukiman warga yang diterjang banjir bandang dengan dengan membawa material kayu di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Purbalingga -

Banjir bandang melanda dua desa di wilayah lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga. Sebagian permukiman di Desa Serang, Kecamatan Karangreja dan Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet terdampak kerusakan parah.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Kuat Waluyo mengatakan selain merusak permukiman banjir tersebut juga memutuskan akses jembatan. Akibatnya warga di dua dusun Desa Serang terisolir.

"Akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terputus karena tertutup material, selain itu jembatan Sungai Bambangan juga putus," kata Kuat dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia terdapat sejumlah warga yang mengungsi di Dusun Bambangan akibat kejadian ini. Selain itu akses komunikasi juga terhambat akibat aliran listrik terputus.

ADVERTISEMENT

"Jumlah warga di Dusun Bambangan yang mengungsi sebanyak 110 jiwa dari 31 kepala keluarga. Hingga saat ini hujan masih mengguyur wilayah terdampak, angin kencang juga memutus aliran listrik di Dusun Gunung Malang membuat kesulitan komunikasi," jelasnya.

Kuat mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan relawan dan warga setempat untuk membentuk Tim Gabungan guna membersihkan material dan membuka akses jalan.

"Kebutuhan mendesak di lapangan antara lain alat berat untuk membuka akses jalur dan logistik makanan untuk para pengungsi," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang wilayah Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada dini hari tadi. Luapan air sungai yang datang tiba-tiba membawa lumpur, pasir, hingga material kayu mengakibatkan sejumlah rumah rusak, jembatan terputus, serta kendaraan dan ternak warga hanyut.

Salah seorang warga RT 13 RW 05 Desa Sangkanayu, Tri Sasongko (29), mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 03.15 WIB dinihari. Saat itu hujan tidak terlalu deras, namun disertai angin kencang yang sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

"Jam 3 lebih seperempat hujan tidak deras sebenarnya, cuma anginnya besar banget. Arah air dari barat atau atas. Tiba-tiba banter banget luapan sungai karena tertutup," kata Tri saat ditemui, Sabtu (24/1).

Menurut Tri, ketinggian air mencapai sekitar 1 meter dan berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Air yang datang membawa lumpur dan pasir, lalu sempat surut sekitar 15 menit sebelum kembali menghantam permukiman warga dengan membawa material kayu.

"Air itu sekitar 1 meter, berlangsung setengah jam bawa lumpur dan pasir. Sempat hilang 15 menitan, terus dihajar lagi bawa material kayu," ujarnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads