Ratusan Rumah Terdampak Banjir Bandang di Sangkanayu Purbalingga

Ratusan Rumah Terdampak Banjir Bandang di Sangkanayu Purbalingga

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 17:08 WIB
Penampakan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, Sabtu (24/1/2026).
Penampakan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Purbalingga -

Banjir bandang menerjang Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan tujuh rumah hanyut dan ratusan rumah lainnya terdampak.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengatakan banjir bandang diduga berasal dari aliran sungai di kawasan Gunung Slamet yang membawa material batu dan kayu hingga menutup aliran Sungai Soso.

"Awalnya masyarakat kami memang tidak mengetahui. Kemungkinan besar sumbernya dari atas, dari sungai sekitar Gunung Slamet, turun sampai ke bawah ke Serang, kemudian sampai ke sini. Karena jenis airnya besar yang menimbulkan banjir, akhirnya sampailah ke sini dan itu pun disertai material-material lain," kata Ali saat ditemui detikJateng, Sabtu (21/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali menyebut material batu menjadi pemicu awal tersumbatnya aliran sungai. Setelah itu, aliran air disusul oleh kayu-kayu yang semakin memperparah kondisi.

"Itu awalnya berawal dari batu-batu yang cukup parah. Kalau tidak batu-batu itu kan menutup aliran Sungai Soso sampai di sini. Dan disusul lagi ditambah dengan kayu-kayu, akses semua untuk air," jelasnya.

ADVERTISEMENT
Penampakan rumah usai dihajar banjir bandang di Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Sabtu (24/1/2026).Penampakan rumah usai dihajar banjir bandang di Lereng Gunung Slamet Purbalingga, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, kondisi terparah berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 02.30 WIB.

"Kejadian sekitar jam 12 malam. Parah-parahnya itu sekitar jam 2-an sampai jam setengah 3," ujar Ali.

Ali mengatakan di wilayah Desa Sangkanayu tidak terjadi hujan deras saat banjir bandang melanda. Cuaca hanya berupa gerimis disertai angin kencang.

"Kondisi cuaca di wilayah kami hanya gerimis sama angin kencang. Tidak terjadi hujan lebat, hanya memang air hujannya tidak terlalu deras, anginnya yang berdampak," ungkapnya.

Akibat banjir bandang tersebut, tujuh rumah dilaporkan hanyut. Selain itu, sekitar 90 persen rumah warga terdampak, terutama di RT 13 dan RT 14.

"Kalau rumah yang terdampak ada sekitar tujuh yang hanyut. Kemudian yang terdampak ya hampir 90 persen. RT 13 sama 14 itu sekitar 150 sampai 200 rumah terdampak banjir bandang ini," kata Ali.

Sejumlah warga membersihkan material lumpur akibat banjir bandang yang melanda wilayah Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/1/2026).Sejumlah warga membersihkan material lumpur akibat banjir bandang yang melanda wilayah Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Tak hanya rumah, banjir bandang juga menghanyutkan sejumlah harta benda milik warga. Satu unit mobil terbawa arus dan ditemukan di wilayah bawah. Selain itu, tiga sepeda motor dan belasan hewan ternak turut menjadi korban.

"Untuk mobil ada satu yang memang terbawa arus, tadi sudah diketemukan di wilayah bawah. Kemudian sepeda motor ada tiga unit. Termasuk juga hewan ternak, kambing 13 itu hanyut, kemudian ada delapan yang mati di tempat di kandang," jelasnya.

Ali memastikan tidak ada korban jiwa di wilayah Desa Sangkanayu. Namun, satu warga dilaporkan meninggal dunia di desa tetangga, Desa Serang.

"Korban jiwa untuk desa kami tidak ada. Hanya desa sebelah, Desa Serang, itu ada satu korban jiwa meninggal," ucapnya.

Ia menduga material kayu yang terbawa arus berasal dari wilayah hulu sungai, baik dari Desa Serang maupun kawasan Gunung Slamet.

"Material kayu karena wilayah kami desa yang paling atas, kemungkinan dari Serang di sekitar aliran sungai, kemungkinan dari Gunung Slamet juga," pungkas Ali.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads