6 Hal soal Ledakan Obat Mercon di Boyolali Sebabkan 1 Korban Luka

Round-Up

6 Hal soal Ledakan Obat Mercon di Boyolali Sebabkan 1 Korban Luka

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 28 Jan 2026 07:00 WIB
Petugas meninjau lokasi ledakan di Simo, Boyolali, Senin (26/1/2026) malam.
Petugas meninjau lokasi ledakan di Simo, Boyolali, Senin (26/1/2026) malam. Foto: Dok Camat Simo Boyolali.
Boyolali -

Ledakan yang diduga disebabkan oleh obat petasan terjadi di rumah warga di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Akibat kejadian itu, satu orang mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Satu Orang Luka Serius

Camat Simo, M Fahrudin, mengatakan ledakan terjadi di rumah warga di Dukuh Bendungan pada Senin (26/1) sore.

"Iya, ledakan terjadi di rumah seorang warga di Dukuh Bendungan RT 04 RW 02, Desa Bendungan, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali," kata Fahrudin, saat dimintai konfirmasi detikJateng Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikemukakan dia, informasi yang dia terima, ledakan tersebut terjadi di rumah Samsudin (49). Terjadi sekitar pukul 17.25 WIB, Senin (26/1). Dilaporkan ke pihak berwajib sekitar pukul 19.30 WIB.

Akibat ledakan itu satu orang mengalami luka serius. Korban bernama Ilham Dino Saputra (18). Korban dibawa ke RSUD Simo untuk mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

"Akibat kejadian itu satu korban mengalami luka, sudah dibawa ke RSUD Simo," jelasnya.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

"Untuk luka yang dialami korban cukup serius. Korban mengalami luka di area sekitar muka, kemudian kedua tangan dan kedua kaki. Luka bakar mungkin sekitar 20%," kata Indra saat ditemui di kantornya, Selasa (27/1/2026).


Ledakan Obat Mercon

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya ledakan tersebut. Petugas langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan keterangan dari sejumlah saksi.

"Dari beberapa hal yang sudah kita laksanakan, hasil penyelidikan sementara saat ini dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kita temukan di TKP, diindikasikan bahwa pelaku atau korban tersebut mencoba untuk meracik obat petasan," kata Indra saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (27/1/2026).

Belajar Meracik Mercon Online

Indra menjelaskan, bahan-bahan obat mercon didapat dan dibeli korban secara online. Korban disebut mempelajari cara membuat obat petasan dari media sosial. Kemudian dia coba meracik sendiri obat petasan tersebut yang rencananya nanti akan diperjualbelikan oleh korban.

"Namun dikarenakan yang bersangkutan itu tidak mempunyai keilmuan atau pengetahuan terkait dengan pembuatan obat petasan tersebut, akhirnya ketika dia mencoba meracik obat petasan tersebut akhirnya terjadi ledakan. Dan akhirnya pelaku atau korban saat ini sedang dilakukan perawatan intensif di rumah sakit daerah," ungkapnya.

Barang Bukti Diamankan

Dari lokasi, lanjutnya, ditemukan sejumlah barang bukti yang diperkirakan obat mercon yang diracik korban. Antara lain, arang, belerang dan lainnya. Korban juga baru sekali ini meracik obat mercon tersebut. Pihak keluarganya, baik orang tua maupun adiknya disebut tidak mengetahui aktivitas korban tersebut.

"Dugaan awal yang kami temukan di TKP, dari zat-zat ataupun bahan-bahan yang dia beli secara online. Di sana kita temukan ada arang, kemudian ada bahan lainnya yang coba dia racik menjadi obat petasan nantinya. Namun dikarenakan ketidaktahuan dan keminiman dia terkait dengan pembuatan petasan akhirnya bahan yang sedang dia racik itu akhirnya meledak," bebernya.

Korban Dirujuk ke RS di Solo

Kondisi korban yang dinilai cukup parah, selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Solo.

"Dikhawatirkan, mungkin dikarenakan korban ini kan menghirup dari asap yang dihasilkan dari ledakan tersebut, sehingga mungkin akan sedikit mengganggu pernapasannya," jelas dia.

Ortu hingga Kades Diperiksa

Polres Boyolali melakukan pendalaman penyelidikan kasus ledakan yang mengakibatkan satu orang mengalami luka di Desa Bendungan, Kecamatan Simo. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh petugas.

"Kami telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan dan kami pun mengumpulkan barang bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, ditemui di kantornya Selasa (27/1/2026).

Dijelaskan, beberapa saksi telah dimintai keterangannya. Antara lain orang tua korban, adik korban, tetangga, dan kepala desa setempat.

"Saksi yang sudah dimintai keterangannya di antaranya yaitu saksi orang tua korban, kemudian adik korban, kepala desa dan saksi lainnya," kata Indra.

Halaman 2 dari 2
(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads