Sholat Nisfu Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Hukumnya

Sholat Nisfu Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Hukumnya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 22:00 WIB
Ilustrasi seorang laki-laki sedang sholat tahajud
Ilustrasi sholat Nisfu Syaban. Foto: freepik/Freepik
Solo -

Pada malam Nisfu Syaban, sebagian umat Islam mengerjakan sholat Nisfu Syaban. Pelaksanaan sholat ini tidak terlepas dari pendapat bahwasanya malam ke-15 bulan Syaban memiliki keutamaan khusus.

Diambil dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Lampung, dasar hadits tentang keutamaan malam Nisfu Syaban adalah:

يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Allah SWT melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Syaban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dengan saudaranya)."

Hadits ini berasal dari banyak jalur periwayatan sehingga statusnya menjadi shahih. Di antara sahabat yang meriwayatkannya adalah Mu'adz bin Jabal, Abu Musa al-Asy'ari, Abu Hurairah, dan Ummul Mu'minin Aisyah.

ADVERTISEMENT

Lantas, sholat Nisfu Syaban itu tanggal berapa? Cari tahu jadwal, niat, tata cara, hingga hukumnya melalui uraian di bawah ini, yuk!

Poin Utamanya:

  • Bagi yang memilih pendapat mengamalkan, sholat Nisfu Syaban dikerjakan pada malam ke-15 bulan Syaban. Tahun ini, malam itu bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026.
  • Sholat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak 100 rakaat dengan tiap rakaat diisi al-Fatihah dan 10 kali bacaan al-Ikhlas. Bisa pula didirikan sebanyak 10 rakaat dengan bacaan surat al-Fatihah dan 100 kali al-Ikhlas.
  • Ulama berbeda pendapat tentang sholat Nisfu Syaban. Imam al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menyunnahkan. Ulama lain, seperti Imam an-Nawawi dan Imam az-Zabidi menentang dan menghukumi amalan ini bid'ah.

Jadwal Sholat Nisfu Syaban 2026

Dirujuk dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama, 15 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban alias malam ke-15 bulan Syaban dimulai pada Senin, 2 Februari 2026.

Sebagaimana detikers ketahui, dalam sistem penanggalan Hijriah, hari berganti saat Matahari terbenam, bukan tengah malam. Oleh karena itu, sejak Matahari terbenam pada Senin, 2 Februari 2026, malam Nisfu Syaban dimulai.

Keterangan senada tertera di Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H dari Pengurus Besar NU (PBNU). Kedua organisasi Islam itu menetapkan 1 Syaban pada Selasa, 20 Januari 2026.

Maka, pertengahan bulan Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Malam Nisfu Syaban-nya sendiri datang pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Niat Sholat Nisfu Syaban

Diambil dari laman NU Jabar, begini lafal niat sholat Nisfu Syaban:

أصلى سنة نصف شعبان ركعتين للّه تعالى

Arab Latin: Ushollī sunnata nisfi Syabān rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban

Menurut penjelasan di laman NU Jawa Timur dan NU Online, begini tata cara sholat Nisfu Syaban:

Sholat 2 rakaat sebanyak 50 kali hingga berjumlah 100 rakaat. Lebih baik dikerjakan berjamaah. Setiap rakaat membaca al-Fatihah dan surat al-Ikhlas 10 kali.
Bisa pula dikerjakan 10 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Setiap rakaat diisi membaca surat al-Fatihah dan surat al-Ikhlas 100 kali.
Selepas sholat, dilanjut membaca doa:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."

Menurut informasi dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sholat Nisfu Syaban ditunaikan setelah sholat Isya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Hukum Mengerjakan Sholat Nisfu Syaban

Diringkas dari buku Malam Nishfu Sya'ban tulisan Hanif Luthfi Lc MA, ada ulama yang menganggap sholat Nisfu Syaban sunnah. Contohnya adalah Imam al-Ghazali sebagaimana dijelaskan Kamaluddin Muhammad bin Musa Abu al-Biqa as-Syafi'i:

"Sholat malam Nisfu Syaban yaitu 100 rakaat, setiap rakaat setelah al-Fatihah membaca al-Ikhlas 10 kali. (Imam Ghazali) dalam Ihya menyebutkan itu sunnah..." (an-Najm al-Wahhaj)

Bukan hanya Imam al-Ghazali, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani juga menyunnahkan sholat ini. Dalam kitabnya, al-Ghunyah, ia menulis:

"Pasal: Sholat yang ada pada malam Nisfu Syaban adalah sholat 100 rakaat dengan 1000 al-Ikhlas. Setiap rakaat dibaca 10 kali. Sholat ini disebut sholat Khair, dan telah keberkahannya. Para ulama salaf banyak yang melakukannya dengan berjamaah, mereka berkumpul untuk melakukannya. Di dalamnya ada anugerah yang banyak dan pahala yang banyak."

Di sisi lain, sejumlah ulama kenamaan menentang keras sholat Nisfu Syaban. Dikutip dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah, Imam an-Nawawi berkata:

"Sholat Rajab dan Syaban, keduanya merupakan bid'ah yang jelek dan kemungkaran yang tercela. Janganlah tertipu dengan disebutkannya hal itu dalam kitab Quthul Qulub dan Ihya' Ulumuddin." (al-Majmu' Syarh Muhadzab 4/56)

Juga Imam az-Zabidi dalam Syarh al-Ihya':

"Sholat ini masyhur dalam kitab orang-orang belakang dari kalangan Shufiyyah. Saya tidak menjumpai landasan yang shahih dari sunnah tentang sholat dan doa tersebut, kecuali amalan sebagian masayikh. Para sahabat kami mengatakan, bahwa dibenci berkumpul untuk menghidupkan malam ini di masjid atau selainnya."

Wallahu a'lam bish-shawab.

Demikian pembahasan lengkap mengenai sholat Nisfu Syaban. Semoga bermanfaat!

FAQ tentang Sholat Nisfu Syaban

1. Adakah dalil shahih sholat Nisfu Syaban?

Tidak. Dalil sholat ini statusnya dipermasalahkan. Ada yang dihukumi lemah atau bahkan palsu.

2. Kapan sholat Nisfu Syaban dikerjakan?

Tahun ini, sholat itu didirikan pada Senin malam, 2 Februari 2026. Waktunya selepas sholat Isya.

3. Sholat Nisfu Syaban berjamaah atau sendiri-sendiri?

Sholat ini bisa dikerjakan sendiri-sendiri maupun berjamaah. Namun, ada yang mengatakan lebih baik berjamaah.




(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads